Pererat Silaturahmi, Iqlab Raya dan PLO KUA Medan Sunggal Gelar Buka Puasa

Medan (Humas) Ikatan Keluarga Labuhan Batu Raya (Iqlab Raya) melaksanakan kegiatan buka puasa bersama Ramadan di Hotel Daksina yang beralamat di Jalan Sisingamangaraja Nomor 20 Medan, Minggu (8/3/2026). Kegiatan ini menjadi ajang mempererat silaturahmi antar pengurus dan anggota Iqlab Raya sekaligus memperkuat kebersamaan di bulan suci Ramadan.

Acara dibuka oleh protokol Dr. Iwan Nasution, M.HI yang merupakan Sekretaris Iqlab Raya. Sebagai ciri khas masyarakat Labuhan Batu Raya, ia membuka acara dengan pantun yang mengundang senyum para hadirin. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan langsung terasa sejak awal dan akhir kegiatan.Selanjutnya acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian beberapa kata sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh ahli bait Dr. H. Mulyono, S.T., M.Si yang menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran seluruh undangan serta memohon maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyambutan para tamu yang hadir.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Iqlab Raya, Drs. H. Rivai Nasution, M.M. Dalam pidatonya beliau mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk terus menjaga kekompakan dan soliditas organisasi. Menurutnya, kebersamaan dan persatuan menjadi kunci utama agar Iqlab Raya dapat terus berkembang menjadi organisasi yang lebih baik dan maju di masa yang akan datang.
Selanjutnya Pembina Iqlab Raya Prof. Dr. Ir. H. R. Sabrina, M.Si dalam arahannya menyampaikan pentingnya evaluasi program organisasi secara berkala. Ia menegaskan bahwa walaupun program yang dijalankan sudah baik, namun evaluasi tetap diperlukan agar ke depan kegiatan organisasi dapat semakin meningkat kualitasnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah Ramadan yang disampaikan oleh Pan Suadi, M.A. Dalam ceramahnya beliau menyampaikan bahwa Ramadan merupakan syahrut tarbiyah ruhiyah wa fitriyah, yaitu bulan pendidikan rohani dan penyucian fitrah manusia.
Ia menjelaskan bahwa manusia yang terdidik rohaninya memiliki beberapa ciri utama. “Pertama, ia siap melaksanakan segala perintah Allah SWT dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Kedua, ia memiliki akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Pan Suadi di hadapan para jamaah.

Lebih lanjut Pan Suadi menegaskan bahwa kecerdasan intelektual saja tidak cukup tanpa diiringi dengan akhlak yang baik. “Pintar saja tidak cukup. Jika seseorang tidak memiliki akhlak atau adab, maka kepintarannya bisa menjadi sia-sia bahkan merugikan orang lain,” ungkapnya dalam tausiyah tersebut.

Beliau juga mengingatkan bahwa Ramadan merupakan momentum terbaik untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, serta meningkatkan kualitas ibadah. Melalui puasa, manusia dilatih untuk mengendalikan hawa nafsu, menumbuhkan kesabaran, dan memperbanyak amal kebaikan.

Menurutnya, nilai-nilai pendidikan ruhani yang diperoleh selama Ramadan seharusnya tidak berhenti ketika bulan suci berakhir. “Ramadan adalah madrasah kehidupan. Jika kita berhasil lulus dari madrasah Ramadan, maka setelahnya kita akan menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih peduli, dan lebih dekat kepada Allah SWT,” tuturnya.

Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan kebersamaan dalam kegiatan seperti buka puasa bersama sebagai sarana mempererat ukhuwah. Silaturahmi yang terjalin diharapkan dapat memperkuat persaudaraan serta melahirkan semangat saling mendukung dalam kebaikan.

Kegiatan buka puasa bersama Iqlab Raya ini tidak hanya menjadi ajang kebersamaan, tetapi juga sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah dan memperdalam nilai-nilai spiritual Ramadan. Melalui silaturahmi, tausiyah, dan kebersamaan yang terjalin, diharapkan seluruh anggota Iqlab Raya dapat semakin kompak, solid, serta mampu menjadikan Ramadan sebagai momentum meningkatkan keimanan, akhlak, dan kepedulian sosial.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *