Medan (Humas)— Dalam upaya memperkuat kesucian perkawinan sekaligus meningkatkan produktivitas kerja Aparatur Sipil Negara (ASN), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan bekerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Medan Helvetia menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Pasca Nikah bagi para pegawainya. Kegiatan ini bertujuan memberikan penguatan dalam membina rumah tangga yang harmonis sehingga berdampak positif terhadap kinerja di lingkungan kerja.
Acara yang berlangsung di Aula Lapas Kelas I Medan ini dihadiri oleh Plh. Kepala Lapas Andik Irawan, A.Md.IP., S.H., M.H., Kepala Bagian Tata Usaha Nurna Yuliati, S.Pd., M.H., Kepala KUA Medan Helvetia H. Judri Hutagalung, S.Ag., M.Si., Penyuluh Agama Kristen KUA Ruminna Sinaga, S.Th., serta para ASN yang sudah berkeluarga di lingkungan Lapas Kelas I Medan.
Dalam paparannya, Kepala KUA Medan Helvetia, H. Judri Hutagalung, menekankan pentingnya menjaga pondasi pernikahan dan kehidupan rumah tangga sebagai bagian dari keimanan kepada Allah SWT. Ia menjelaskan bahwa pasangan merupakan wujud kebesaran Allah dalam kehidupan manusia, dan bahwa setiap langkah, rezeki, pertemuan, maupun kematian adalah ketentuan Allah.
“Menjalankan dan menjaga ketentuan Allah terkait jodoh merupakan ibadah yang besar, sama halnya dengan bekerja di tempat ini dan memperoleh rezeki berupa gaji. Melalui kegiatan Bimbingan Keluarga ini, diharapkan rumah tangga pegawai semakin kokoh, kinerja meningkat, dan menjadi catatan ibadah di sisi Allah,” ujar Judri Hutagalung.
Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha Lapas Kelas I Medan, Nurna Yuliati menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan pembinaan ini. Ia menekankan bahwa sebagai ASN Lapas yang siap dipanggil 24 jam, dukungan pasangan dan keharmonisan rumah tangga sangat penting agar pegawai dapat fokus dan optimal dalam menjalankan tugas.
“Kegiatan ini menjadi pencerahan bagi pegawai dalam menghadapi aktivitas sehari-hari. Kami merasa mendapatkan wawasan dan bekal berharga untuk mengelola kehidupan rumah tangga di tengah tuntutan pekerjaan yang padat. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pembinaan ASN yang tidak hanya berfokus pada profesionalisme kerja, tetapi juga kesejahteraan rohani dan keharmonisan keluarga,” jelas Nurna Yuliati sembari membuka forum dialog di akhir acara.
Kegiatan Bimbingan Pasca Nikah ini juga dilengkapi sesi dialog interaktif yang memungkinkan para ASN berbagi pengalaman dan bertanya langsung kepada narasumber, sehingga materi yang diberikan dapat diaplikasikan secara praktis dalam kehidupan rumah tangga dan pekerjaan.

