Perkuat Pengetahuan Ajaran Gereja, Penyuluh Agama Katolik Jelaskan Sikap dalam Gereja kepada Umat

Medan (Humas) Dalam upaya memperkuat pemahaman umat terhadap ajaran dan tata sikap dalam Gereja Katolik, Penyuluh Agama Katolik Roni Antonius Sitanggang memberikan penjelasan mengenai sikap hormat di dalam gereja kepada umat Stasi Gereja Santo Fransiskus Xaverius Sunggal. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 11 Januari 2026, sebelum perayaan ibadah berlangsung.

Kegiatan sosialisasi ini berawal dari pertanyaan salah seorang umat kepada Ketua Dewan Stasi, Jamian Situmorang, terkait sikap penghormatan yang benar saat berada di dalam gereja, yakni apakah umat perlu menghormat kepada salib, altar, atau tabernakel. Menanggapi hal tersebut, Jamian Situmorang mengundang penyuluh agama Katolik untuk memberikan penjelasan agar umat memperoleh pemahaman yang tepat sesuai ajaran Gereja.

Dalam pemaparannya, Roni Antonius Sitanggang menegaskan bahwa sikap hormat merupakan bagian penting dari kehidupan liturgis umat Katolik. “Sikap hormat di dalam gereja bukan sekadar kebiasaan, tetapi ungkapan iman dan pengakuan akan kehadiran Kristus,” ujarnya di hadapan umat.

Roni menjelaskan bahwa terdapat dua bentuk sikap hormat utama di dalam gereja, yakni berlutut dan membungkuk. Ia menambahkan, ketika memasuki gereja dan Perayaan Ekaristi belum dimulai, umat diarahkan untuk memberi hormat kepada Kristus yang bersemayam dalam Sakramen Mahakudus. “Apabila di dalam gereja terdapat tabernakel dengan Sakramen Mahakudus, umat wajib berlutut ke arah tabernakel sebagai tanda penghormatan kepada Kristus,” jelasnya.

Lebih lanjut, Roni menerangkan bahwa bila gereja tidak memiliki tabernakel atau Sakramen Mahakudus sedang tidak disemayamkan, umat cukup memberi hormat dengan membungkuk ke arah altar atau salib. Sementara itu, selama Perayaan Ekaristi berlangsung, pusat perhatian dan sikap hormat umat diarahkan kepada altar. “Altar adalah lambang Kristus sendiri, yang hadir di tengah umat beriman sebagai kurban dan sekaligus sebagai santapan rohani,” katanya, merujuk pada Katekismus Gereja Katolik.

Usai kegiatan sosialisasi, umat Stasi Gereja Santo Fransiskus Xaverius Sunggal mengaku semakin memahami sikap hormat yang benar selama berada di dalam gereja. Ketua Dewan Stasi, Jamian Situmorang, menyampaikan apresiasinya kepada penyuluh agama Katolik. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Roni Antonius Sitanggang atas penjelasan yang sangat jelas dan mudah dipahami, sehingga umat semakin sadar akan makna sikap hormat dalam gereja,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *