Medan (Humas) Penata Layanan Operasional KUA Medan Sunggal, Dr. Iqbal Habibie, M.Pd.I., menyampaikan ceramah bertema “Menjadi Muslimah yang Dirindukan Surga” di Masjid Isti’adah, Jalan Amal Nomor 4, Kecamatan Medan Sunggal, Senin (2/3/2026). Kegiatan diawali dengan salat Isya berjamaah dan dilanjutkan dengan salat tarawih. Ceramah tersebut dimoderatori oleh Fauzi Haya, S.H., serta dihadiri Ketua BKM Masjid Isti’adah Anton Prayitno bersama para jamaah yang antusias mengikuti rangkaian ibadah malam Ramadan.
Iqbal Habibie mengutip sebuah hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Muhammad: “Apabila seorang wanita menjaga salat lima waktunya, berpuasa di bulan Ramadan, menjaga kehormatannya, dan taat kepada suaminya, maka akan dikatakan kepadanya: masuklah ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau kehendaki.” ujar Iqbal Habibi dihadapan Jamaah
Hadis ini menjadi motivasi bagi kaum muslimah untuk terus memperbaiki kualitas ibadah dan akhlaknya.
Dalam tausiyahnya, Iqbal Habibie menjelaskan bahwa ada empat amalan utama yang menjadikan seorang muslimah dirindukan oleh surga. Amalan pertama adalah menjaga salat lima waktu. Ia menegaskan bahwa salat merupakan tiang agama dan bukti ketaatan seorang hamba kepada Allah SWT. Muslimah yang istiqamah menjaga salatnya dengan penuh kesadaran dan kekhusyukan menunjukkan komitmen kuat terhadap perintah Ilahi.
Amalan kedua adalah berpuasa di bulan Ramadan dengan penuh keimanan dan keikhlasan. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga diri dari perbuatan sia-sia dan dosa. Ketiga, menjaga kehormatan diri. Seorang muslimah hendaknya menjaga aurat, perilaku, serta martabatnya sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Keempat, taat kepada suami selama dalam kebaikan, sebagai wujud keharmonisan dan keberkahan dalam rumah tangga.
Melalui empat amalan utama tersebut, seorang muslimah memiliki peluang besar untuk meraih kemuliaan di sisi Allah SWT. Menjaga salat, berpuasa dengan sungguh-sungguh, memelihara kehormatan, serta taat kepada suami merupakan jalan menuju surga yang dirindukan. Tausiyah ini diharapkan menjadi penguat semangat bagi para muslimah untuk terus meningkatkan ketakwaan, khususnya di bulan suci Ramadan.(Paidi).

