Medan (Humas) Penata Layanan Operasional (PLO) KUA Medan Sunggal, Pan Suadi, MA menyampaikan tausiyah tentang hakikat hari raya dalam kegiatan pengajian yang dilaksanakan di STM Al Kautsar, Jalan Bakti Indah III No. 225, Kelurahan Tanjung Gusta, Medan, pada Minggu (5/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum kebangkitan kembali aktivitas keagamaan masyarakat setelah bulan Ramadan dan Idulfitri 1447 H.
Dalam suasana penuh kekeluargaan, jamaah yang hadir tampak antusias mengikuti rangkaian pengajian perdana pasca-Ramadan tersebut. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat, khususnya dalam menjaga semangat ibadah yang telah ditempa selama bulan suci Ramadan.
Pan Suadi dalam tausiyahnya menekankan bahwa hakikat hari raya bukan hanya sekadar perayaan lahiriah, tetapi lebih kepada kemenangan spiritual setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa. Ia mengajak jamaah untuk menjadikan Idulfitri sebagai titik awal perubahan menuju pribadi yang lebih baik, dengan meningkatkan kualitas ibadah dan kepedulian sosial.
“Syawal itu adalah peningkatan. Setelah kita dididik selama Ramadan dengan berbagai ibadah, maka di bulan Syawal ini seharusnya terjadi peningkatan dalam kehidupan kita, baik dari segi ibadah maupun kepedulian sosial seperti infaq dan sedekah,” ujar Pan Suadi dalam ceramahnya.
Lebih lanjut, Pan Suadi mengingatkan pentingnya menjaga hati agar tetap bersih setelah saling memaafkan di hari raya. Ia menekankan bahwa Idulfitri merupakan momentum untuk memperbaiki hubungan antarsesama serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT melalui amal ibadah yang berkelanjutan.
“Jangan sampai semangat Ramadan hanya bersifat musiman. Justru setelah Ramadan, kita harus mampu menunjukkan peningkatan amal sebagai bukti keberhasilan kita dalam menjalani pendidikan spiritual selama bulan suci tersebut,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua STM Al Kautsar, Ahmad Irfan, menyampaikan komitmennya untuk terus menghidupkan kegiatan pengajian secara rutin. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah pembinaan umat dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
“Kami akan kembali mengaktifkan pengajian rutin dengan menghadirkan para penceramah agar jamaah mendapatkan ilmu yang bermanfaat sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Ahmad Irfan
Dengan dimulainya kembali kegiatan pengajian ini, diharapkan masyarakat dapat terus menjaga semangat kebersamaan dan nilai-nilai religius yang telah dibangun selama Ramadan. Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata bahwa peran lembaga keagamaan di tingkat masyarakat sangat penting dalam membina umat.(Paidi).

