Medan (Humas) — Plt Penyelenggara Buddha beserta Penyuluh Agama Buddha Kankemenag Kota Medan turut hadir dalam kegiatan Bimbingan Teknis dan Sosialisasi Perpajakan yang diselenggarakan oleh Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara bekerja sama dengan Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Sumut I. Kegiatan berlangsung di Sky Room, Lantai 2 Maha Vihara Maitreya, Cemara Asri, Deli Serdang, Sabtu (22/11).
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala KPP Pratama Medan Timur Iman Pinem yang menekankan pentingnya tata kelola keuangan yang transparan bagi yayasan dan rumah ibadah. “Sinergi ini penting agar pengurus yayasan tidak hanya paham kewajiban spiritual, tetapi juga tertib kewajiban fiskal,” ujarnya dalam sesi paparan.
Materi kebijakan perpajakan bagi organisasi nirlaba disampaikan oleh Suyamto, Fungsional Penyuluh Kanwil DJP Sumut I, sementara penjelasan teknis mengenai pelaporan SPT dan penggunaan aplikasi perpajakan terbaru dipandu oleh Kokoh Getsamani Liberty dari KPP Pratama Medan Timur. Materi tersebut menjadi penguatan penting bagi para penyelenggara dan penyuluh dalam memberikan pembinaan kepada pengurus vihara di wilayahnya.
Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Sumut, Sukasdi, S.E., M.A., menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh DJP dalam memberikan edukasi langsung kepada jajaran Buddha. “Kami berharap seluruh lembaga keagamaan Buddha di Sumut dapat menjadi role model wajib pajak yang taat,” tegasnya.
Plt Penyelenggara Buddha Kankemenag Kota Medan, Darsono, S.Ag., M.Si., memberikan pandangan mengenai urgensi penguatan pemahaman perpajakan di kalangan pembina dan pengurus vihara. “Materi perpajakan ini sangat penting bagi kami sebagai pembina umat. Penyuluh dan pengurus vihara harus memahami aturan yang berlaku agar dapat menjalankan administrasi lembaga dengan benar dan akuntabel,” ujar Darsono.
Kegiatan ini turut dihadiri Penyelenggara Buddha dari berbagai daerah, termasuk Gunawan, S.E., M.M. dari Pematang Siantar serta Rames Khumar, S.Ag., M.Pd. dari Deli Serdang. Selain unsur struktural, Penyuluh Agama Buddha dari Kota Medan dan Kota Binjai juga mengikuti kegiatan ini untuk memperkuat kapasitas pembinaan keagamaan di wilayah masing-masing.
Acara ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang diikuti pengurus yayasan, majelis, dan lembaga keagamaan Buddha. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai berbagai persoalan teknis perpajakan yang dihadapi selama ini. Kehadiran para penyelenggara dan penyuluh dalam forum ini memberikan ruang bagi penguatan koordinasi dalam pendampingan umat di tingkat lapangan.

