Medan (Humas) — Dalam rangka memperkuat penanaman Iman dan Taqwa (IMTAQ) serta pembinaan akhlak dan moral generasi pelajar, Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Medan Utara melakukan kunjungan ke SMP Negeri 20 Medan pada Selasa, 13 Januari 2026. Kunjungan ini dilaksanakan oleh para Penyuluh Agama Islam (PAI) yang mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan dalam upaya menjalin sinergi pendidikan keagamaan di lingkungan sekolah.
Rombongan Pokjaluh Medan Utara disambut langsung oleh Kepala Sekolah SMP Negeri 20 Medan, Drs. H. Halpan Siregar, didampingi Bapak Selamat, S.Pd.I selaku Guru Bidang Studi Pendidikan Agama Islam. Penyambutan tersebut berlangsung dalam suasana hangat, akrab, dan penuh semangat kebersamaan, yang mencerminkan keterbukaan pihak sekolah terhadap sinergi dengan Kementerian Agama. Pertemuan ini dimanfaatkan untuk berdiskusi secara konstruktif mengenai rencana kerja sama ke depan, khususnya dalam penguatan pembinaan keagamaan dan pembentukan karakter peserta didik secara berkelanjutan.
Dalam kunjungan tersebut, dibahas rencana penyusunan kerja sama atau Nota Kesepahaman (MoU) terkait pelaksanaan kegiatan Bimbingan Rohani dan Spiritual (BRUS), serta program penanaman aqidah, akhlak, dan moral bagi peserta didik. Program ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam membentuk karakter pelajar yang berakhlakul karimah, berkepribadian kuat, serta mampu menghadapi tantangan zaman.
Halpan menyambut baik rencana kerja sama tersebut dan menyampaikan apresiasi yang tinggi atas perhatian serta kepedulian Kementerian Agama melalui peran aktif para penyuluh dalam mendukung pembinaan keagamaan di lingkungan sekolah. Menurutnya, kehadiran Penyuluh Agama Islam menjadi penguatan penting dalam upaya membentuk karakter peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, dan memiliki moral yang kuat sejak dini. “Kami sangat mendukung program pembinaan keagamaan seperti BRUS ini. Penanaman aqidah dan akhlak sejak dini sangat penting agar anak didik memiliki fondasi moral yang kuat dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu Penyuluh Agama Islam yang hadir, Puligong Siregar, S.Ag, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral penyuluh dalam mendampingi dunia pendidikan. “PAI hadir di sekolah bukan hanya untuk memberikan ceramah, tetapi untuk menjadi mitra strategis dalam membina karakter dan spiritual peserta didik agar tumbuh menjadi generasi yang beriman, berakhlak, dan berdaya saing,” tuturnya.
Hal senada disampaikan oleh Husni Tamrin Rambe, S.Ag, yang menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara pihak sekolah dan Kementerian Agama. Menurutnya, sinergi yang terbangun melalui kerja sama dan MoU yang terencana akan menjadi landasan kuat dalam pelaksanaan program pembinaan keagamaan yang sistematis. “Melalui kerja sama dan MoU yang terencana, kami berharap pembinaan IMTAQ, aqidah, dan akhlak dapat dilakukan secara rutin, terukur, dan berkesinambungan, sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi pembentukan moral, karakter, dan kepribadian anak didik,” ungkapnya, seraya menambahkan bahwa pembinaan tersebut diharapkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
Adapun Penyuluh Agama Islam yang turut hadir mewakili Kakan Kemenag Kota Medan dalam kunjungan tersebut yakni Puligong Siregar, S.Ag, Husni Tamrin Rambe, S.Ag, Putra Muroswana, S.Th.I, serta Lela Hamidah, S.Ag. Diharapkan, hasil pertemuan ini dapat segera ditindaklanjuti dalam bentuk program nyata yang berkelanjutan demi kebaikan dan masa depan peserta didik.

