Ramadan Jadi Momentum Taubat, Penyuluh Medan Baru Ajak Jamaah Maksimalkan Malam Tarawih

Medan (Humas) – Suasana hangat dan penuh kekhusyukan terasa di Mushalla Silaturrahim, Jalan S. Parman Gg. Pasir, Kelurahan Petisah Hulu, Kecamatan Medan Baru, Selasa malam (3/3/2026). Dalam rangkaian ibadah Tarawih Ramadan 1447 H, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Baru, Syahmuda Nasution, S.Ag., menyampaikan kuliah Tarawih dengan tema “Memanfaatkan Kesempatan Ramadan Sebagai Penebus Dosa.”

Kegiatan yang digelar di Kecamatan Medan Baru ini dihadiri jamaah dari berbagai kalangan, mulai dari orang tua hingga generasi muda. Mereka tampak antusias menyimak tausiyah yang mengajak umat Islam untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum perubahan diri.

Dalam ceramahnya, Syahmuda Nasution menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan kesempatan emas yang belum tentu terulang kembali.

“Ramadan adalah madrasah ruhani. Di bulan ini, pintu ampunan Allah dibuka selebar-lebarnya. Siapa yang bersungguh-sungguh memperbaiki diri, maka inilah saatnya menebus dosa-dosa masa lalu dengan taubat yang tulus,” ujarnya di hadapan jamaah.

Ia menjelaskan, bentuk penebusan dosa bukan hanya dengan memperbanyak istighfar, tetapi juga dengan memperbaiki kualitas ibadah, menjaga lisan, menahan amarah, serta meningkatkan kepedulian sosial. Puasa, menurutnya, harus melahirkan pribadi yang lebih sabar, jujur, dan bertanggung jawab.

Syahmuda juga mengingatkan agar umat Islam tidak menyia-nyiakan malam-malam Ramadan yang penuh keberkahan. Salat Tarawih, tadarus Al-Qur’an, sedekah, serta doa-doa di sepertiga malam menjadi sarana efektif untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Jangan sampai Ramadan berlalu tanpa bekas. Jika setelah Ramadan kita masih sama seperti sebelumnya, berarti ada yang perlu kita evaluasi,” tegasnya.

Kuliah Tarawih ini merupakan bagian dari program bimbingan dan penyuluhan keagamaan yang rutin dilaksanakan oleh KUA Kecamatan Medan Baru selama bulan suci. Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai spiritual Ramadan dapat benar-benar dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pengurus Mushalla Silaturrahim menyampaikan apresiasi atas kehadiran penyuluh agama yang terus aktif membina masyarakat. Jamaah pun berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, tidak hanya di bulan Ramadan tetapi juga pada momen-momen keagamaan lainnya.

Ramadan memang hanya datang sekali dalam setahun, namun semangat perbaikan diri yang ditanamkan melalui kuliah Tarawih diharapkan mampu membekas sepanjang hayat. Di Mushalla Silaturrahim malam itu, pesan tentang taubat, harapan, dan perubahan diri menggema—mengajak setiap hati untuk kembali kepada fitrah dan meraih ampunan Ilahi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *