Ribuan Jamaah Hadiri Bukber Masjid Al-Musabbihin Bersama PAI KUA Medan Sunggal

Medan (Humas) Ribuan jamaah menghadiri kegiatan buka puasa bersama yang digelar di Masjid Al Musabbihin, Kompleks Tasbih Blok C No.100 Medan, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, pada Rabu, (4/3/ 2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan ini dihadiri masyarakat dari kawasan Taman Setiabudi Indah dan sekitarnya. Antusiasme jamaah terlihat sejak sore hari, saat mereka berbondong-bondong memadati area masjid untuk mengikuti rangkaian acara buka puasa bersama.

Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Ikatan Keluarga Muslim Tasbih (IKMT), H. Muchtar SE. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa setiap bulan Ramadan, BKM Al Musabbihin secara rutin menyelenggarakan kegiatan buka puasa bersama selama satu bulan penuh. “Kegiatan ini terlaksana berkat sumbangsih para donatur yang dimonitoring langsung oleh IKMT, sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan ini terus menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Sebagai penceramah, Drs.H. Fuji MA, penyuluh agama Islam KUA Medan Sunggal, menyampaikan tausiyah tentang makna puasa dan pentingnya mengendalikan hawa nafsu. Dalam ceramahnya, ia menegaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana penyucian diri. “Puasa adalah cara Allah untuk menghapus dosa-dosa yang pernah kita lakukan. Puasa bukan hukuman, tetapi cara Allah mendidik kita agar mampu mengendalikan hawa nafsu yang ada dalam diri,” ungkap Fuji di hadapan ribuan jamaah.

Suasana semakin khusyuk ketika jamaah menyimak pesan-pesan spiritual yang disampaikan. Momentum Ramadan ini menjadi pengingat bahwa ibadah puasa memiliki dimensi lahir dan batin, yang bertujuan membentuk pribadi yang bertakwa dan berakhlak mulia. Kebersamaan dalam buka puasa ini pun menjadi bukti nyata semangat persatuan dan solidaritas umat Islam di wilayah Medan Sunggal.

Kegiatan buka puasa bersama di Masjid Al Musabbihin tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum memperkuat nilai keimanan dan pengendalian diri. Melalui tausiyah yang disampaikan, jamaah diingatkan bahwa puasa adalah sarana pendidikan rohani untuk meraih ampunan dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *