Ribuan Siswa MDTA Ikuti Manasik Haji Akbar, Kemenag Medan Tanamkan Nilai Keimanan Sejak Dini

Medan (Humas) – Ribuan siswa Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) dari berbagai madrasah di Kota Medan mengikuti kegiatan Manasik Haji Akbar yang digelar di Asrama Haji Medan, Kamis (9/4/2026).

Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kota Medan menjelang musim haji. Manasik haji menjadi sarana edukasi untuk mengenalkan ibadah haji kepada siswa sejak usia dini, sehingga mereka dapat memahami makna dan hakikat perjalanan ibadah suci umat Islam.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Impun Siregar, dalam sambutannya saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa manasik haji memiliki peran penting dalam membentuk karakter religius peserta didik.

“Manasik haji ini perlu diberikan pemahaman sejak dini kepada para siswa MDTA. Diharapkan melalui kegiatan ini, seluruh siswa tumbuh cinta kepada Islam, serta memiliki pengetahuan dan pengalaman tentang tata cara berhaji,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa meskipun kegiatan manasik hanya bersifat simulasi, namun nilai-nilai yang ditanamkan sangat berarti dalam membentuk sikap dan keimanan siswa.

“Melalui manasik haji ini, tertanam sikap, pengetahuan, dan pengalaman berhaji pada diri siswa. Yang terpenting adalah nilai kesolehan, kepedulian, serta pemahaman tentang sejarah dan tata cara berhaji sesuai syariat dapat tertanam dengan baik,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Impun Siregar menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan sejak dini, sekaligus memperkenalkan rukun Islam kelima secara aplikatif kepada para siswa.

“Lewat manasik haji inilah nilai-nilai kesolehan dan keimanan terbentuk, termasuk pemahaman tentang tata cara berhaji sesuai tuntunan syariat serta sejarah ibadah haji itu sendiri,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis) Kementerian Agama Kota Medan, Ahmad Faisal Nasution, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan pendidikan keagamaan pada jenjang MDTA.

“Manasik haji ini menjadi metode pembelajaran yang efektif bagi siswa MDTA, karena mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung mempraktikkan rangkaian ibadah haji. Dengan demikian, nilai-nilai yang diajarkan dapat lebih mudah dipahami dan diingat,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan ini mampu membentuk karakter siswa yang religius, disiplin, serta memiliki semangat kebersamaan dalam menjalankan ibadah.

“Kami berharap para siswa memiliki bekal dasar tentang ibadah haji, sekaligus menumbuhkan kesadaran beragama, kedisiplinan, dan rasa kebersamaan sejak dini,” tambahnya.

Kegiatan yang diikuti lebih dari 1.200 peserta ini berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme. Para siswa mengikuti rangkaian simulasi ibadah haji, mulai dari ihram, tawaf, sa’i hingga wukuf, dengan bimbingan para guru dan pembimbing.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua FKDT Kota Medan, Bardansyah Nasution, serta Pokjawas PAI Kementerian Agama Kota Medan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para siswa MDTA tidak hanya memahami tata cara berhaji, tetapi juga mampu menginternalisasikan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari serta tumbuh menjadi generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan mencintai ajaran Islam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *