Medan (Humas) – Penyuluh Agama Kristen Kota Medan melaksanakan kegiatan bimbingan kerohanian bagi warga binaan gelandangan dan pengemis (gepeng) di Rumah Perlindungan Sosial Kota Medan, Kamis (20/2/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari pelayanan spiritual yang bertujuan memberikan penguatan iman, pengharapan, dan ketenangan batin kepada para warga binaan yang sedang menjalani proses pembinaan dan pemulihan sosial.
Acara diawali dengan doa pembuka yang dipandu oleh Debora Br Pandia, S.Th., sebagai pembawa acara. Firman Tuhan kemudian disampaikan oleh Mateus Brian Purba, S.Th., berdasarkan Mazmur 34:19, yang menegaskan bahwa Tuhan dekat dengan orang yang patah hati dan menyelamatkan orang yang remuk jiwanya.
Dalam khotbahnya, Mateus Brian Purba menyampaikan pesan penguatan iman agar para warga binaan tetap percaya kepada Tuhan di tengah pergumulan hidup.
“Mazmur ini mengingatkan kita bahwa Tuhan sangat dekat dengan orang yang terluka hatinya. Banyak dari kita pernah jatuh, terluka, bahkan merasa tidak berharga, tetapi Tuhan melihat dan mengasihi kita. Ia sanggup memulihkan hidup kita dan memberi masa depan yang baru. Jangan pernah putus asa, karena kasih Tuhan selalu ada,” ujarnya.

Suasana ibadah berlangsung khidmat dan penuh haru, ketika warga binaan diajak merenungkan bahwa pergumulan hidup, tekanan batin, dan pengalaman pahit yang mereka alami tidak lebih besar daripada kasih dan kuasa Tuhan. Mereka juga diingatkan bahwa setiap orang berharga di mata Tuhan dan memiliki kesempatan untuk berubah serta memulai kehidupan yang lebih baik.
Doa syafaat dipimpin oleh Yohana Sitompul, S.Th., yang memohonkan pemulihan hidup, kekuatan iman, serta masa depan yang lebih baik bagi seluruh warga binaan.
“Kami berdoa agar Tuhan menjamah hati setiap warga binaan, memulihkan luka batin mereka, dan menuntun langkah mereka menuju kehidupan yang lebih baik dan bermartabat. Semoga mereka merasakan kasih Tuhan yang nyata dan memiliki semangat baru untuk membangun kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.
Kepada para warga binaan, para penyuluh juga memberikan motivasi agar tetap tekun menjalani proses pembinaan dan tidak kehilangan harapan.
“Setiap hari adalah kesempatan baru. Walaupun masa lalu kita penuh luka dan kesulitan, Tuhan selalu memberikan jalan. Dengan iman yang kuat dan hati yang terbuka, kita bisa bangkit dan menata hidup yang lebih baik,” tambah Mateus Brian Purba.
Berdasarkan keterangan petugas sosial, sebagian warga binaan mengalami keterpurukan hidup akibat kemiskinan, konflik keluarga, kehilangan pekerjaan, serta keterbatasan pendidikan. Oleh karena itu, pendekatan spiritual melalui bimbingan kerohanian menjadi salah satu unsur penting yang mendukung proses pemulihan mental dan sosial secara menyeluruh.
Melalui kegiatan ini, Penyuluh Agama Kristen Kota Medan berharap para warga binaan semakin dikuatkan imannya dan memiliki pengharapan baru dalam menjalani kehidupan. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kepedulian Kementerian Agama Kota Medan dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang hidup dalam kerentanan sosial, sehingga dapat merasakan kasih Tuhan dan semangat baru untuk bangkit.

