Sambut Ramadan Fair ke-20 Tahun 2026, Penyuluh Agama Islam Medan Baru Hadiri Rapat Bersama OPD dan Wakil Wali Kota Medan

Medan (Humas)Dalam rangka menyambut dan menyukseskan pelaksanaan Ramadan Fair ke-20 Tahun 2026, Pemerintah Kota Medan menggelar rapat persiapan yang dilaksanakan di Aula III, Kantor Wali Kota Medan, Kamis 19/02/2026

Rapat tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, didampingi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Medan.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kota Medan, para Camat se-Kota Medan, Kepala-Kepala Dinas, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Medan, perwakilan Polrestabes Medan, perwakilan Kodim 0201/Medan, serta tokoh-tokoh agama dari berbagai unsur. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Kota Medan dalam mempersiapkan Ramadan Fair sebagai agenda tahunan yang tidak hanya bernuansa religius, tetapi juga bernilai sosial dan ekonomi.

Turut hadir dalam rapat tersebut Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Baru yang juga merupakan ketua harian LPTQ Kota Medan, Damri Tambunan yang secara khusus diberikan amanah untuk menyusun dan mengoordinasikan rangkaian kegiatan keagamaan selama pelaksanaan Ramadan Fair berlangsung. Kepercayaan ini menjadi bentuk sinergi antara Pemerintah Kota Medan dengan Penyuluh Agama dalam memperkuat syiar Islam di tengah masyarakat.

Dalam pemaparan agenda, dibahas secara rinci konsep kegiatan Ramadan Fair ke-20 yang akan digelar pada tanggal 25 Feb sd 16 Maret yang akan datang, agar tampil lebih semarak dan terstruktur. Salah satu fokus utama adalah penguatan kegiatan religi menjelang berbuka puasa, sehingga mampu memberikan pencerahan dan motivasi spiritual bagi masyarakat yang hadir.

Selain tausiah, akan dihadirkan qari dan qariah tingkat nasional maupun internasional untuk membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an sebelum tausiah dimulai. Kehadiran para pembaca Al-Qur’an tersebut diharapkan dapat menambah kekhusyukan suasana Ramadan Fair serta menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.

Tidak hanya itu, rapat juga merumuskan penyelenggaraan festival religi yang melibatkan berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga remaja. Beberapa perlombaan yang direncanakan antara lain lomba adzan, hafalan surat-surat pendek, dan da’i cilik. Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah pembinaan generasi muda agar memiliki keberanian tampil, kemampuan berdakwah, serta kecintaan terhadap syiar Islam sejak usia dini.

Dalam arahannya, Wakil Wali Kota Medan menegaskan harapannya agar Ramadan Fair ke-20 Tahun 2026 dapat lebih menarik, inovatif, dan berdampak luas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia juga menekankan pentingnya menjaga ketertiban, keamanan, dan kedamaian selama kegiatan berlangsung. Seluruh unsur yang terlibat diminta untuk bekerja sama secara maksimal demi mewujudkan suasana Ramadan yang nyaman dan kondusif bagi seluruh masyarakat.

Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa Ramadan Fair bukan hanya sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan persatuan di tengah masyarakat yang majemuk. Hal ini sejalan dengan motto Kota Medan, “Medan untuk Semua, Semua untuk Medan,” yang mencerminkan semangat inklusivitas dan kebersamaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *