Sentuhan Iman di Tengah Pemulihan: Penyuluh Agama Kristen Medan Kuatkan Pasien RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Kristen Kota Medan melaksanakan kegiatan bimbingan kerohanian bagi para pasien di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem, Kamis (19/2/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari pelayanan spiritual yang bertujuan memberikan penguatan iman, pengharapan, dan ketenangan batin kepada pasien yang sedang menjalani proses perawatan dan pemulihan.

Pelayanan rohani diawali dengan doa pembuka yang dipimpin oleh Mateus Brian Purba, S.Th., serta dipandu oleh Mona Putri Sembiring, S.Th., sebagai pembawa acara. Firman Tuhan disampaikan oleh Rahmat Napitupulu, S.Th., berdasarkan Injil Matius 14:22–33 yang mengisahkan tentang Yesus berjalan di atas air dan menolong Petrus ketika imannya mulai goyah.

Dalam khotbahnya, Rahmat Napitupulu menyampaikan pesan penguatan iman kepada para pasien agar tetap percaya kepada Tuhan di tengah pergumulan hidup. Ia menegaskan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya, bahkan dalam situasi yang paling sulit sekalipun.

“Melalui kisah ini, kita belajar bahwa Tuhan sanggup menolong setiap orang yang sedang tenggelam dalam pergumulan hidup. Ketika kita berseru kepada-Nya dengan iman, Tuhan akan mengulurkan tangan-Nya dan memberikan pertolongan serta pengharapan baru,” ungkap Rahmat Napitupulu.

Suasana ibadah berlangsung penuh khidmat dan haru, ketika para pasien diajak merenungkan bahwa badai kehidupan, tekanan batin, dan luka hati yang mereka alami tidak lebih besar daripada kuasa Tuhan. Para pasien juga diingatkan bahwa mereka tidak sendiri, karena Tuhan senantiasa hadir dan menyertai setiap proses pemulihan.

Doa syafaat dipimpin oleh Yohana Sitompul, S.Th., yang memohonkan kesembuhan, ketenangan jiwa, serta pemulihan bagi seluruh pasien. Dalam doanya, ia berharap agar setiap pasien merasakan damai sejahtera dan kekuatan dari Tuhan.

“Kami berdoa agar Tuhan menjamah hati dan pikiran setiap pasien, memberikan damai sejahtera, serta memulihkan mereka secara utuh, baik secara mental maupun rohani,” ujar Yohana Sitompul dalam doa syafaatnya.

Berdasarkan keterangan tenaga kesehatan, sebagian pasien mengalami gangguan mental akibat tekanan hidup seperti konflik keluarga, perceraian, masalah ekonomi, serta faktor keturunan. Oleh karena itu, pendekatan spiritual melalui bimbingan kerohanian menjadi salah satu unsur penting yang mendukung proses penyembuhan secara menyeluruh.

Melalui kegiatan ini, Penyuluh Agama Kristen Kota Medan berharap para pasien semakin dikuatkan imannya dan memiliki pengharapan baru dalam menjalani kehidupan. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kepedulian Kementerian Agama Kota Medan dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang sedang menjalani perawatan, sehingga dapat merasakan kasih Tuhan dan semangat baru untuk pulih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *