Medan (Humas) — Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah Taman Pendidikan Islam (TPI) Medan menerima kunjungan kehormatan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Ibu Destry Damayanti, dalam rangka program RABBANI 1447 H/2026 M “Ramadhan Berkah Bersama Bank Indonesia”. Kegiatan ini berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan, dirangkai dengan buka puasa bersama serta peninjauan fasilitas pesantren, termasuk Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Darul Hikmah TPI. (24/02/26).
Rangkaian kegiatan diawali dengan peninjauan Dapur SPPG milik pesantren yang menjadi salah satu pusat pelayanan gizi. Dalam kesempatan tersebut, rombongan melihat langsung proses pengolahan makanan dan manajemen dapur yang mendukung kebutuhan Makan Bergizi Gratis (MBG) setiap harinya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan seremoni di Aula PPMDH TPI. Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Taman Pendidikan Islam, Prof. H. Ismet Danial Nasution drg, Ph.D, Sp.Pros.,Subs PKIKG(K). Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa untuk mewujudkan cita-cita besar Taman Pendidikan Islam yang didirikan oleh ayahanda KH. Rivai Abdul Manaf Nasution, bersama keluarga besar TPI telah dirumuskan sebuah falsafah perjuangan yang dikenal dengan Tri ‘Azimah Karya, sebagai landasan dalam membangun generasi berilmu, beramal, dan berdaya guna bagi umat.
Beliau menjelaskan bahwa falsafah ini menjadi ruh gerakan TPI dalam membangun generasi unggul. Tri ‘Azimah Karya terdiri dari tiga pilar utama, yakni: Ilmiawan, yaitu melahirkan insan-insan berilmu; ‘Amaliawan, yaitu pribadi yang berdaya cipta dan beramal karya secara ikhlas serta sungguh-sungguh; dan Maaliawan, yakni insan yang dermawan, memiliki kemampuan finansial, serta mampu menjadi penopang kemandirian umat.
Menurut Prof. Ismet, tiga nilai inilah yang terus diwariskan dan dihidupkan di lingkungan TPI sebagai fondasi perjuangan dakwah, pendidikan, serta penguatan sosial umat.

Selanjutnya, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyampaikan pesan dan nasihat kepada seluruh santri. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu dan agama, seraya mengutip pepatah, “Ilmu tanpa agama adalah pincang, agama tanpa ilmu adalah buta.” Beliau juga menyampaikan rasa bahagia dan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh keluarga besar pesantren.
Dalam kesempatan tersebut, beliau turut memaparkan program kolaborasi Bank Indonesia bersama pondok pesantren melalui program Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pesantren (HEBITREN), sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi dan penguatan kapasitas pesantren di bidang kewirausahaan dan ekonomi syariah.
Menjelang waktu berbuka, tausiah disampaikan oleh Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Ardiansyah, Lc., MA., Dalam tausiah singkatnya, beliau mengajak seluruh hadirin menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperkuat keimanan, kepedulian sosial, dan semangat berbagi.

Kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama, shalat Maghrib berjamaah, serta ramah tamah dalam suasana kekeluargaan yang hangat. Turut hadir para pimpinan pondok pesantren se-Kota Medan dan pesantren binaan Bank Indonesia yang semakin menambah kekhidmatan dan mempererat ukhuwah antar lembaga pendidikan Islam. Suasana semakin akrab saat seluruh tamu dan civitas pesantren bersama-sama menikmati hidangan durian sebagai penutup kebersamaan.
Kunjungan ini menjadi momen penting dalam mempererat sinergi antara Bank Indonesia dan pesantren, sekaligus menguatkan peran lembaga pendidikan Islam dalam membangun generasi unggul yang berlandaskan iman dan ilmu.

