Medan (Humas) — Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta memperkuat kolaborasi lintas sektor, Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan bekerja sama dengan tenaga kesehatan Puskesmas Kecamatan Medan Helvetia dan kader-kader Posyandu ILP AKASIA melaksanakan kegiatan Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer) di rumah Kepala Lingkungan IV, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia. Rabu (10/12/2025)
Kegiatan ini dihadiri oleh masyarakat setempat, terutama ibu-ibu dan balita yang secara rutin mengikuti pelayanan kesehatan di posyandu. Selain pelayanan kesehatan seperti penimbangan balita, pemberian vaksin, vitamin, cek gula darah, cek asam urat dan pemeriksaan kesehatan ibu hamil, kegiatan juga diisi dengan bimbingan penyuluhan agama yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Medan.
Dalam penyampaiannya, Penyuluh Agama Islam, Nurlely, M. Sos menekankan pentingnya menjaga kesehatan sebagai bagian dari ibadah dan amanah dari Allah SWT.
“Menjaga kesehatan diri, anak, dan keluarga adalah wujud syukur atas nikmat Allah. Islam mengajarkan keseimbangan antara ibadah dan menjaga tubuh agar tetap sehat dan kuat,” ujar Nurlely.
Tenaga kesehatan Puskesmas Medan Helvetia, Remana Setiawan Pasaribu, S. Kep Ners. turut memberikan edukasi tentang gizi seimbang, pentingnya imunisasi, serta deteksi dini stunting. Sementara itu, kader Posyandu ILP AKASIA berperan aktif dalam pendataan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami terus mendorong masyarakat agar aktif mengikuti posyandu. Imunisasi lengkap, gizi seimbang, dan deteksi dini stunting sangat penting untuk mencegah masalah kesehatan di masa depan,” jelas Remana.
Kepala Lingkungan IV, Suyadi yang rumahnya menjadi lokasi kegiatan menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Posyandu ILP ini. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut karena sangat membantu masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan dan penyuluhan keagamaan secara bersamaan.
“Kegiatan seperti ini sangat membantu warga. Kami merasa terbantu karena masyarakat bisa mendapatkan layanan kesehatan sekaligus bimbingan agama dalam satu waktu,” ungkapnya.
Melalui sinergi antara Kementerian Agama, tenaga kesehatan, dan masyarakat, kegiatan Posyandu ILP diharapkan mampu mewujudkan masyarakat yang sehat jasmani dan rohani serta memperkuat kesadaran hidup sehat berdasarkan nilai-nilai keagamaan.

