Medan (Humas) — Pelaksanaan Kunjungan Kerja Bimbingan Rohani (Bingroh) kembali digelar di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (RS USU) pada Senin, 24 November 2025. Kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi nyata antara para Penyuluh Agama Islam dari berbagai KUA Kecamatan di Kota Medan bersama unsur Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh), dalam rangka memberikan pelayanan keagamaan yang komprehensif kepada masyarakat, khususnya para pasien yang sedang menjalani perawatan.
Kegiatan bingroh hari ini diikuti oleh barisan Penyuluh Agama Islam yang terdiri atas: Tgk. M. Nizamuddin dan Imam Pratomo (Medan Kota), Taufik dan M. Dahri (Medan Polonia), Heri Pitrian (Medan Selayang), Syarto Syarif, Fauzani, dan Eliza Purba (Medan Amplas), Ahuda (Medan Johor), Fitri Ani (Medan Tuntungan), serta Saiful Akhyar dan Khairuzzaman (Medan Denai). Hadir pula dua unsur Pokjaluh yakni Ust. Drs. H. Fuji dan Ustadzah Nurasyiah, S.Ag., yang turut memperkuat materi rohani dalam kunjungan tersebut.
Dalam penyampaiannya, para penyuluh membawa pesan-pesan keagamaan yang bersumber dari ajaran Al-Qur’an dan sunnah Nabi Muhammad SAW, yang menegaskan bahwa ujian sakit merupakan salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya. Setiap rasa sakit yang dirasakan oleh seorang mukmin bernilai penghapus dosa dan diganti dengan pahala bagi orang-orang yang bersabar.
“Kami ingin menyampaikan kepada para pasien bahwa sakit bukanlah hukuman, melainkan bagian dari perhatian dan kasih sayang Allah. Kesabaran mereka akan dibalas dengan pahala yang tidak terhingga,” ujar Fuji dalam penyuluhan tersebut.
Selain menyampaikan tausiyah, para penyuluh juga memberikan motivasi spiritual dan doa bersama, agar para pasien senantiasa diberikan kekuatan, ketenangan batin, dan kesembuhan oleh Allah SWT. Suasana bimbingan rohani berlangsung penuh kehangatan dan kekhidmatan, dengan respons positif dari para pasien dan keluarga yang mendampingi.
Nurasyiah turut menambahkan bahwa pelayanan rohani seperti ini merupakan kebutuhan penting bagi pasien yang sedang menjalani masa pemulihan. Ia menegaskan bahwa pendampingan spiritual mampu memberikan ketenangan batin serta memperkuat semangat mereka untuk terus berjuang melawan kondisi kesehatan yang dihadapi.
“Kami berusaha menghadirkan pendampingan rohani yang lembut, empatik, dan menenangkan. Harapannya, pasien merasa lebih kuat dalam menghadapi proses pengobatan,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan menegaskan komitmen untuk terus menghadirkan layanan bimbingan rohani yang inklusif, humanis, dan berkelanjutan. Kunjungan Bingroh ke RS USU diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para pasien, tidak hanya dari sisi spiritual, tetapi juga dalam membangun optimisme dan semangat kesembuhan. Kementerian Agama Kota Medan akan terus mendorong kolaborasi lintas KUA dan Pokjaluh guna memperkuat pelayanan rohani yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

