Medan (Humas) Sinergitas dakwah lintas KUA kembali terwujud melalui pembinaan pengajian rutin di Masjid Ar-Ridha, Jalan Jermal 7, Kota Medan, Ahad (26/01/2026). Kegiatan ini dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal, Paidi, S.Ag, bersama Penyuluh Agama Islam KUA Medan Denai, Khairuzzaman, S.Ag. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata penguatan ukhuwah dan pelayanan keagamaan yang berkelanjutan di tengah masyarakat.
Pengajian rutin yang digelar ba’da Subuh tersebut merupakan agenda tetap Badan Kenaziran Masjid (BKM) Ar-Ridha yang dilaksanakan setiap Ahad. Jamaah dari berbagai kalangan tampak antusias menghadiri majelis ilmu ini, yang tidak hanya memperkuat pemahaman keagamaan, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan dan istiqamah dalam beribadah.
Dalam kesempatan tersebut, Paidi, S.Ag bertindak sebagai penceramah. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan pesan-pesan keutamaan amal yang mendatangkan syafaat di Yaumil Hisab.
“Ada tiga golongan yang insyaallah mendapatkan syafaat di hari perhitungan kelak,” ujar Paidi di hadapan jamaah.
Lebih lanjut, Paidi menjelaskan bahwa golongan pertama adalah orang yang senantiasa bershalawat kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Golongan kedua adalah mereka yang istiqamah melaksanakan ibadah puasa, baik puasa wajib di bulan suci Ramadan maupun puasa-puasa sunnah.
“Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga mendidik jiwa untuk taat dan sabar,” tuturnya.
Adapun golongan ketiga, lanjut Paidi adalah orang-orang yang senantiasa membaca dan berinteraksi dengan Al-Qur’an.
“Al-Qur’an akan menjadi syafaat bagi pembacanya, selama ia dibaca, dipahami, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Paidi
menegaskan pentingnya kedekatan umat dengan kitab suci.
Sementara itu, Pengurus BKM Masjid Ar-Ridha yang juga Penyuluh Agama Islam KUA Medan Denai, Khairuzzaman dalam himbauannya mengajak jamaah untuk terus istiqamah menghadiri pengajian. Ia menekankan bahwa orang-orang yang gemar duduk di majelis ilmu memiliki keutamaan besar.
“Pahala orang yang hadir di majelis ilmu diibaratkan seperti pahala syahid, karena mereka mengorbankan waktu dan tenaga demi mencari ridha Allah,” ujar khairuzzaman
Kolaborasi lintas KUA ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi contoh sinergi dakwah yang efektif di tengah masyarakat. Selain memperkaya materi keagamaan, kebersamaan para penyuluh juga memperkuat jaringan dakwah yang humanis, moderat, dan menyentuh kebutuhan umat.
Kegiatan pengajian rutin di Masjid Ar-Ridha menunjukkan bahwa sinergitas dakwah lintas KUA mampu menghadirkan pembinaan keagamaan yang konsisten dan bermakna. Melalui pesan-pesan tentang shalawat, puasa, dan membaca Al-Qur’an, jamaah diajak untuk memperkuat amal ibadah dan istiqamah dalam majelis ilmu. Diharapkan, semangat kebersamaan ini terus terjaga demi terwujudnya masyarakat yang religius, berilmu, dan berakhlak mulia.(Paidi)

