Taubat Nasuha sebagai Kunci Perbaikan Diri, Jadi Fokus Bimluh PAI KUA Medan Belawan

Medan (Humas) Penyuluh Agama Islam (PAI) Medan Belawan kembali melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) sebagai bagian dari pembinaan keagamaan kepada masyarakat. Kegiatan ini berlangsung di Majelis Taklim Amaliyah, Jalan Jawa, Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan, pada Selasa, 6 Januari 2026, dengan tuan rumah Ibu Yani selaku pengurus majelis taklim.

Kegiatan Bimluh dibuka secara resmi oleh Ketua PAI Medan Belawan, Hj. Safariwati. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya majelis taklim sebagai sarana pembinaan iman dan akhlak umat, khususnya bagi kaum ibu. Menurutnya, kegiatan bimbingan dan penyuluhan ini merupakan wadah untuk menambah wawasan keislaman sekaligus memperkuat komitmen jamaah dalam mengamalkan ajaran agama di tengah tantangan kehidupan sehari-hari.
“Majelis taklim memiliki peran strategis dalam membentuk pribadi Muslimah yang beriman, berakhlak mulia, serta mampu menjadi teladan di lingkungan keluarga dan masyarakat,” ungkapnya.

Materi penyuluhan disampaikan oleh Lela Hamidah, S.Ag dengan mengangkat kajian Surat At-Tahrim ayat 8 yang membahas tentang perintah taubat nasuha. Dalam penyampaiannya, ia menjelaskan bahwa taubat nasuha merupakan taubat yang dilakukan dengan kesungguhan hati, disertai penyesalan yang mendalam atas dosa yang telah diperbuat, meninggalkan segala bentuk kemaksiatan, serta bertekad kuat untuk tidak mengulanginya di masa mendatang.

Lebih lanjut, Lela menguraikan bahwa Allah SWT menjanjikan ampunan dan balasan yang mulia bagi hamba-Nya yang benar-benar bertaubat, berupa surga yang dialiri sungai-sungai serta cahaya yang memancar pada hari akhir. Cahaya tersebut menjadi simbol keselamatan dan kemuliaan bagi orang-orang yang senantiasa kembali kepada Allah dengan penuh keikhlasan.
“Taubat nasuha adalah pintu rahmat Allah yang selalu terbuka. Selama manusia mau kembali dan memperbaiki diri, Allah SWT Maha Pengampun dan Maha Penyayang,” jelasnya di hadapan jamaah.

Ia juga mengajak jamaah untuk menjadikan momentum kajian ini sebagai sarana muhasabah diri, mengevaluasi perjalanan hidup, serta memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia. Menurutnya, taubat yang sejati akan melahirkan perubahan sikap dan perilaku yang lebih baik, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun sosial.

Kegiatan Bimluh berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekhusyukan. Jamaah tampak antusias mengikuti rangkaian acara dan menyimak materi yang disampaikan, yang diselingi dengan penjelasan praktis agar mudah dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Interaksi yang terjalin menunjukkan tingginya minat jamaah terhadap pembinaan keagamaan yang berkesinambungan.

Sebagai penutup, kegiatan ditutup dengan doa bersama, memohon ampunan, keberkahan, serta kekuatan iman agar seluruh jamaah senantiasa istiqamah dalam menjalani kehidupan sesuai tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dan menjadi motivasi bagi jamaah untuk terus meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *