Medan (Humas) — Suasana Kota Medan pada sore hari terasa lebih teduh ketika Radio Aqila FM 102,6 FM kembali menayangkan program unggulan “Tausiah Aqila”. Program yang hadir setiap Senin hingga Jumat pukul 17.30 WIB ini senantiasa menjadi ruang penguatan rohani bagi para pendengar yang sepanjang hari disibukkan dengan pekerjaan dan aktivitas duniawi. Banyak pendengar menyebut program ini sebagai “pengingat sore” karena mampu menghadirkan ketenangan hati menjelang waktu Magrib.
Radio Aqila secara konsisten menghadirkan para penyuluh agama dan tokoh keagamaan yang mampu membahas persoalan keislaman secara ringan, kontekstual, dan mudah dipahami. Tidak terkecuali pada edisi Rabu (12/11/2025), ketika sosok Dr. H. Marasakti Bangunan, MA kembali tampil memberikan pencerahan agama yang hangat dan menyentuh.
Sebagai Penyuluh Agama Islam Marasakti dikenal dekat dengan masyarakat dan kerap mengaitkan persoalan spiritual dengan dinamika hidup masyarakat urban. Dengan gaya penyampaian yang lembut dan runtut, beliau membawakan tema “Meraih Dunia, Meraih Akhirat di Tengah Kesibukan Dunia.”
Tema ini dipilih untuk menjawab keresahan banyak masyarakat modern yang merasa hidupnya begitu padat hingga hampir tidak memiliki waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah. Mengawali tausiahnya, beliau mengajak pendengar untuk melihat kesibukan bukan sebagai ancaman bagi spiritualitas, melainkan sebagai kesempatan untuk memperbanyak amal jika ditata dengan baik.
“Kesibukan itu bukan musuh. Yang menjadi masalah adalah ketika kesibukan membuat kita lupa kepada Allah,” ujarnya membuka nasihat sore itu.
Beliau kemudian menegaskan bahwa setiap muslim harus mampu menyeimbangkan kedua sisi kehidupan dunia dan akhirat. Menurutnya, pencapaian duniawi tidak akan bermakna jika dibangun tanpa fondasi spiritual yang kuat.
“Islam tidak pernah meminta kita meninggalkan dunia. Yang diminta adalah keseimbangan. Dunia ini ladang, dan akhirat adalah hasil panennya,” tutur Marasakti, memberi gambaran yang mudah dipahami.
Tak hanya itu, beliau juga menekankan pentingnya memperbaiki niat dalam setiap langkah kehidupan. Aktivitas pekerjaan, belajar, mengurus keluarga, hingga mencari nafkah, apabila diniatkan karena Allah, bisa bernilai ibadah.
“Setiap aktivitas bisa menjadi pahala jika niatnya benar. Bekerja, mengajar, bahkan berdagang, semua bisa mengantarkan ke akhirat,” tambahnya.
Di akhir tausiah, Marasakti memberikan pesan praktis agar pendengar tidak mengabaikan ibadah wajib meskipun kesibukan kian meningkat. Ia mendorong agar setiap muslim menyelipkan amalan-amalan sunnah, walau sedikit, sebagai bekal yang tidak akan habis.
“Jangan tinggalkan salat, itu tiang hidup kita. Sisipkan pula sedekah, zikir, atau membaca Al-Qur’an, walau hanya beberapa menit. Kebaikan kecil yang dilakukan terus-menerus lebih berharga daripada kebaikan besar yang jarang dilakukan,” pesannya menutup tausiah.
Program Tausiah Aqila dipastikan akan terus hadir menjadi sahabat rohani masyarakat Medan dan sekitarnya. Dengan tema-tema yang relevan dan narasumber yang kompeten, program ini diharapkan tetap menjadi cahaya penuntun di tengah hiruk pikuk kehidupan modern. Pendengar dapat menyimaknya setiap Senin hingga Jumat pukul 17.30 WIB hanya di Radio Aqila FM 102,6 FM.

