Medan (Humas) Setelah melaksanakan salat Subuh berjamaah di Masjid Al-Huda, JL. Perjuangan, No. 44 A, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Penata Layanan Operasional (PLO) KUA Medan Sunggal, Pan Suadi, MA, memberikan tausiyah yang bertemakan “Ramadan, Bulan Taubat, Rahmat, dan Bulan Berkah.”
Tausiyah ini mengangkat isi dari kitab Sirojut Tholibin Juz 2, Halaman 308, karya Syekh Ihsan bin Dahlan al-Jampesi.
Acara dimulai dengan salat Subuh yang diimami oleh Al-Hafidz Arya Kamandanu, dan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang penuh hikmah.
Kehadiran Bulan Ramadan sebagai Waktu Taubat
Pan Suadi, dalam ceramahnya, menyampaikan bahwa Ramadan adalah bulan yang penuh rahmat dan keberkahan. Beliau mengingatkan umat Islam untuk menjadikan bulan Ramadan sebagai kesempatan untuk bertaubat. Semua dosa dapat diampuni oleh Allah SWT dengan niat yang tulus. Dalam konteks ini, beliau merujuk pada hadis-hadis yang menyebutkan bahwa Ramadan adalah waktu yang tepat bagi umat Islam untuk memohon ampunan Allah.
Menurut Pan Suadi, taubat dalam bulan Ramadan bukan hanya sekadar mengucapkan kata-kata permintaan maaf, tetapi juga dilakukan dengan perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang yang bertaubat harus berusaha untuk tidak mengulangi dosa yang telah dilakukan, dan bertekad untuk menjadi lebih baik di masa depan.
Rahmat Allah yang Tiada Tara
Lebih lanjut, Pan Suadi menjelaskan bahwa bulan Ramadan adalah bulan yang penuh rahmat. Rahmat Allah SWT tercurah luas bagi hamba-Nya yang benar-benar ingin mendekatkan diri kepada-Nya. Dalam kitab Sirojut Tholibin, Syekh Ihsan bin Dahlan al-Jampesi menyebutkan bahwa setiap amalan baik di bulan Ramadan dilipatgandakan pahalanya. Oleh karena itu, umat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, mulai dari salat, membaca Al-Qur’an, bersedekah, hingga berdoa kepada Allah.
Bulan Berkah yang Penuh dengan Kebaikan
Ramadan juga merupakan bulan berkah.
Pan Suadi menegaskan bahwa berkah dalam bulan Ramadan tidak hanya berhubungan dengan ibadah yang dilakukan, tetapi juga dengan semua aspek kehidupan lainnya. Beliau mengutip dari kitab Sirotul Tholibin bahwa bulan Ramadan memberikan kesempatan bagi umat Islam untuk memperbaiki hubungan dengan sesama, mempererat silaturahmi, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama melalui amal jariyah dan sedekah.
Keberlanjutan,
“Sesungguhnya Allah menerima Taubat Hamba-Nya yang bertaubat dengan sepenuh hati dan Ramadan adalah kesempatan emas untuk memperoleh ampunan- Nya”, ujar Pan Suadi
Ketua BKM Masjid Al-Huda, Samiadi, dalam sambutannya setelah tausiyah, mengumumkan bahwa pengajian ba’da Subuh selama bulan Ramadan akan terus berlanjut. Namun, beliau juga menginformasikan bahwa ustad yang menyampaikan tausiyah akan bergantian setiap minggunya, menghadirkan berbagai narasumber yang memiliki wawasan dan pengalaman yang berbeda. Selain itu, pengajian rutin ini juga akan dilanjutkan setelah Hari Raya Idul Fitri dengan ustad yang telah terjadwal.
Tausiyah yang disampaikan oleh Pan Suadi mengingatkan umat Islam untuk memanfaatkan bulan Ramadan dengan sebaik-baiknya, sebagai waktu untuk bertaubat, memperbanyak ibadah, dan meraih rahmat serta berkah dari Allah SWT. Selain itu, pengajian ba’da Subuh yang rutin dilaksanakan di Masjid Al-Huda menunjukkan semangat untuk terus menuntut ilmu agama, yang akan berlanjut hingga setelah Hari Raya Idul Fitri. Semoga Ramadan ini menjadi bulan yang penuh dengan ampunan dan keberkahan bagi umat Islam, serta membawa kedamaian dan kebaikan bagi seluruh umat.(Paidi).

