Medan (Humas) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Kota bekerja sama dengan Penyuluh Agama Islam (PAI) menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) bagi santri dan santriwati. Kegiatan ini difokuskan pada penguatan nilai-nilai Akhlakul Karimah sebagai upaya membentengi generasi muda dari pengaruh negatif pergaulan bebas dan degradasi moral. BRUS dilaksanakan di Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah TPI Medan, Sabtu (17/1/2026).
Kepala KUA Kecamatan Medan Kota, Khairul Azmi Harahap, S.Ag., menegaskan bahwa masa remaja merupakan fase yang sangat krusial dalam pembentukan karakter dan kepribadian. Oleh karena itu, pembinaan akhlak harus menjadi prioritas utama, seiring dengan peningkatan kapasitas keilmuan para santri.
“Melalui bimbingan ini, kami berharap para santri tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu dan pemahaman kitab, tetapi juga memiliki etika, adab, dan perilaku terpuji dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penanaman nilai-nilai Akhlakul Karimah menjadi fondasi utama dalam menghadapi tantangan zaman.
“Di tengah gempuran teknologi, informasi tanpa batas, dan budaya asing, santri harus tampil sebagai teladan dalam sopan santun, integritas, serta menjaga nilai-nilai keislaman,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah TPI, Umroh Nasution, S.Pd.I., M.Hum., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kehadiran Kepala KUA beserta para Penyuluh Agama Islam di lingkungan pesantren.
“Semoga ilmu dan bimbingan yang disampaikan dapat diserap dengan baik oleh para santri dan menjadi bekal dalam kehidupan mereka ke depan,” ungkapnya.
Materi BRUS disampaikan secara interaktif oleh Penyuluh Agama Islam fungsional, yakni Hasanuddin Parinduri, M.A., dan Tgk. Muhammad Nizamuddin, S.Ag., M.Pd. Beberapa materi utama yang dibahas meliputi manajemen diri dalam mengatur pergaulan sesuai syariat Islam, pencegahan pernikahan dini melalui pemahaman kesiapan mental dan fisik, serta literasi digital agar santri bijak dalam menggunakan media sosial dan terhindar dari konten negatif maupun hoaks.
Para santri tampak antusias mengikuti kegiatan, khususnya saat sesi diskusi kelompok yang membuka ruang dialog dan tanya jawab. Diharapkan, kegiatan BRUS ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan di berbagai pondok pesantren dan sekolah menengah di wilayah Kecamatan Medan Kota.
“Kami ingin santri di Medan Kota menjadi pelopor kebaikan, mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai muslim yang berakhlak mulia,” tutup perwakilan Penyuluh Agama Islam, Muhammad Arsyad
Kegiatan tersebut ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Imam Pratomo, M.H.I. Turut hadir dalam kegiatan ini para mahasiswa magang Fakultas Ushuluddin UIN Sumatera Utara Medan serta dewan guru Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah TPI.

