Medan (Humas) — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Medan menerima kunjungan Tim Survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terhadap layanan Penyuluh Agama Kristen, Kamis (9/10). Tim ini terdiri dari perwakilan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Jakarta.
Kunjungan ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana tingkat kepuasan masyarakat, khususnya kelompok sasaran binaan, terhadap layanan penyuluhan Agama Kristen yang selama ini diberikan oleh para penyuluh agama non-PNS di bawah binaan Ditjen Bimas Kristen Kemenag RI. Selain itu, survei ini juga bertujuan memetakan keterlibatan stakeholder dalam mendukung pelaksanaan program penyuluhan agama Kristen sebagai bagian dari indeks layanan publik di bidang keagamaan.
Tim survei diterima secara resmi oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Medan, Dr. H. Impun Siregar, MA, di ruang kerjanya. Turut mendampingi, Kepala Seksi (Kasi) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen, Maruli Tua Hasugian, M.Pd.K.

Dalam sambutannya, Kakankemenag Kota Medan menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan survei ini dan berharap hasilnya dapat menjadi masukan berharga dalam rangka peningkatan mutu layanan keagamaan, khususnya layanan penyuluhan kepada umat Kristen. “Kami menyambut baik kehadiran tim survei. Semoga kegiatan ini dapat menghasilkan data yang akurat untuk memperkuat sistem pelayanan publik yang berbasis riset dan kebutuhan masyarakat,” ujar H. Impun Siregar.
Senada dengan itu, Kasi Bimas Kristen Kemenag Kota Medan, Maruli Tua Hasugian, M.Pd.K, menambahkan bahwa survei ini merupakan momentum penting untuk melihat sejauh mana efektivitas program penyuluhan agama yang telah berjalan. “Selama ini para penyuluh agama Kristen telah aktif melakukan pembinaan ke masyarakat, baik secara langsung maupun melalui media. Kami berharap survei ini dapat memperkuat legitimasi dan arah kebijakan pembinaan ke depan,” ungkapnya.
Melalui survei ini, Ditjen Bimas Kristen bersama BRIN berharap dapat memperoleh data empiris yang akan dijadikan dasar dalam evaluasi dan peningkatan layanan keagamaan yang inklusif, partisipatif, dan berbasis kebutuhan riil masyarakat Kristen di berbagai daerah, termasuk di Kota Medan.

