Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Petisah, Heriansyah Harahap, Nurlely dan Komala Dewi melaksanakan kegiatan bimbingan keagamaan kepada warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Anak Medan pada hari Selasa, 03 Januari 2026. Kegiatan tersebut mengangkat tema Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur’an sebagai upaya meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur’an bagi warga binaan anak, sekaligus menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini.
Kegiatan bimbingan ini dilaksanakan di Masjid Lapas Khusus Anak Medan dan diikuti oleh puluhan warga binaan dengan penuh antusias. Para peserta tampak serius mengikuti setiap materi yang disampaikan, mulai dari pengenalan huruf hijaiyah, makharijul huruf, hingga praktik membaca Al-Qur’an secara bertahap dan berkelanjutan.
Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Petisah, Nurlely menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan keagamaan yang bertujuan memberantas buta aksara Al-Qur’an di kalangan anak-anak binaan. “Banyak dari mereka yang belum lancar membaca Al-Qur’an, bahkan masih ada yang belum mengenal huruf hijaiyah. Inilah yang menjadi perhatian kita bersama,” ujarnya.
Lebih lanjut, Nurlely menjelaskan bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan dasar penting dalam pembentukan karakter dan akhlak anak. “Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga untuk dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat menjadi pedoman hidup yang membawa perubahan ke arah yang lebih baik,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa pembinaan keagamaan di Lapas Khusus Anak memiliki peran strategis dalam proses rehabilitasi mental dan spiritual warga binaan. “Dengan bimbingan Al-Qur’an, kita berharap anak-anak binaan memiliki bekal iman yang kuat ketika kembali ke tengah masyarakat,” tambahnya.
Pihak Lapas Khusus Anak Medan menyambut baik kegiatan bimbingan tersebut dan mengapresiasi peran Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Petisah. Menurut salah satu petugas lapas, kegiatan ini sangat membantu dalam membangun kepribadian positif warga binaan. “Kami merasa terbantu dengan adanya penyuluhan keagamaan seperti ini karena sangat mendukung program pembinaan yang ada di lapas,” ungkapnya.
Melalui kegiatan pemberantasan buta aksara Al-Qur’an ini, diharapkan warga binaan Lapas Khusus Anak Medan tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, tetapi juga menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai landasan dalam memperbaiki diri. KUA Kecamatan Medan Petisah berkomitmen untuk terus menghadirkan bimbingan keagamaan yang berkesinambungan demi terwujudnya generasi yang berakhlak mulia dan beriman kuat.

