Medan (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Helvetia melaksanakan kegiatan pembinaan keluarga sebagai upaya mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pendekatan keluarga dan nilai-nilai keagamaan sebagai bagian dari tugas pokok dan fungsi KUA di lingkungan Kementerian Agama Kota Medan.
Kegiatan pembinaan tersebut berlangsung di Aula Kantor Camat Medan Helvetia Selasa (4/11/2025). Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. H. Impun Siregar, MA, Camat Medan Helvetia beserta Sekretaris Camat, Kepala KUA Medan Helvetia, H. Judri Hutagalung, S.Ag., M.Si., serta para penyuluh agama Islam di lingkungan KUA Medan Helvetia.

Dalam arahannya, H. Impun Siregar menyampaikan bahwa pembinaan keluarga merupakan langkah strategis dalam membangun rumah tangga yang kuat, harmonis, dan berdaya tahan terhadap berbagai tantangan zaman. Ia menegaskan bahwa keluarga yang tangguh adalah fondasi utama menuju terwujudnya Generasi Emas Indonesia tahun 2045.
“Kegiatan pembinaan ini diharapkan mampu melahirkan rumah tangga yang tangguh, yaitu rumah tangga yang sakinah dan maslahat. Keluarga yang jauh dari perceraian dan senantiasa menjaga keharmonisan adalah modal utama dalam mewujudkan generasi emas di masa depan,” tegas H. Impun Siregar.
Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Medan Helvetia, H. Judri Hutagalung dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan keluarga ini merupakan salah satu program prioritas Kementerian Agama yang digencarkan di tingkat KUA kecamatan. Program ini bertujuan untuk membentuk generasi yang tangguh, baik dari segi spiritual, moral, maupun material.
“Negara yang tangguh lahir dari generasi yang tangguh, dan generasi yang tangguh itu berawal dari rumah tangga yang tangguh. Oleh karena itu, kegiatan pembinaan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga sakralitas pernikahan serta memperkuat komitmen dalam membina keluarga,” ujar H. Judri Hutagalung.

Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya diperuntukkan bagi pasangan yang sudah menikah, tetapi juga bagi para calon pengantin agar mereka siap membangun keluarga yang harmonis dan maslahat. “Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap akan lahir keluarga-keluarga sakinah yang menjadi cikal bakal lahirnya generasi penerus bangsa yang berakhlak, berdaya saing, dan berkontribusi bagi pembangunan menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme dari para peserta. Para penyuluh agama turut memberikan pembinaan serta pendampingan dalam sesi diskusi dan tanya jawab, sehingga suasana berlangsung interaktif dan penuh semangat kekeluargaan.
Dengan adanya kegiatan pembinaan ini, diharapkan peran KUA tidak hanya terbatas pada pelayanan administrasi pernikahan, tetapi juga sebagai motor penggerak dalam membangun keluarga yang berdaya, beriman, dan berakhlak mulia demi mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan generasi emas Indonesia yang gemilang.

