Medan (Humas) – Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas, H. M. Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A., memimpin rapat koordinasi Program Ramadhan 1447 H bersama jajaran Penyuluh Agama Islam (PAI), penghulu, dan staf. Kegiatan tersebut dilaksanakan di ruang Studio Podcast Kantor Urusan Agama Kecamatan Medan Amplas, Jalan Garu VI No. 10, Kelurahan Harjosari, pada Rabu (18/02/2026).
Dalam arahannya, Lukman menyampaikan bahwa bulan Ramadhan merupakan momentum untuk meningkatkan aktivitas ibadah dan amal saleh yang pahalanya dilipatgandakan. Oleh karena itu, keberkahan dan kemuliaan Ramadhan harus diiringi dengan peningkatan kinerja dan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.
“Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan. Momentum ini harus kita sikapi dengan meningkatkan kualitas kinerja serta mempersiapkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Rapat koordinasi ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap program kerja yang telah dilaksanakan sekaligus menyusun perencanaan dan pematangan program Ramadhan 1447 H/2026 M. Evaluasi tersebut mencakup pelaksanaan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) dan Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) yang telah berjalan dan akan terus dilanjutkan secara berkelanjutan.
Lukman juga mengungkapkan bahwa pihaknya sebelumnya telah menginisiasi Memorandum of Agreement (MoA) BRUN antara Kementerian Agama Kota Medan dan Universitas Muslim Nusantara (UMN). Penandatanganan kerja sama tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan dan berlangsung dengan baik sebagai bentuk penguatan pembinaan remaja usia nikah.
Selain itu, dalam rangka menyambut Ramadhan, KUA Medan Amplas merencanakan sejumlah program, di antaranya peluncuran Program Tahsiinul Qur’an bagi Majelis Taklim kaum ibu, Podcast Syiar Dakwah Ramadhan, serta kegiatan Safari Zuhur ke masjid-masjid yang disertai pemberian tali asih kepada Badan Kemakmuran Masjid (BKM).
“Kegiatan Ramadhan ini tidak hanya bertujuan untuk menggapai keberkahan dan kemuliaan Ramadhan, tetapi juga untuk mempererat hubungan KUA dengan masyarakat dalam memberikan layanan publik. KUA bukan sekadar tempat pelayanan pernikahan, tetapi juga pusat pembinaan keagamaan masyarakat,” tambahnya.
Rapat koordinasi berlangsung dengan khidmat, dilanjutkan dengan tradisi saling bermaafan, serta diakhiri dengan makan siang bersama sebagai bentuk kebersamaan dan penguatan silaturahmi antarpegawai.

