Medan (Humas) Pada malam keempat Ramadan 1447 Hijriyah, Masjid Al-Hidayah yang terletak di JL. Dwikora Medan, Sabtu 21/2/2026). Istiqomah mengadakan salat tarawih berjamaah. Malam itu, kegiatan salat tarawih diimami oleh DR. Iqbal Habibie Siregar, MA, Penata Layanan Operasional (PLO) KUA Medan Sunggal, yang juga berkesempatan menjadi penceramah.
Acara dimulai setelah salat Isya berjamaah, dengan moderator Suhartono, yang merupakan Ketua BKM dan Bilal pada malam itu, mengumumkan tentang infaq yang diterima pada malam ketiga Ramadan. Ia juga menyampaikan keutamaan malam keempat Ramadan,
“Berdasarkan riwayat dari Ali bin Abi Thalib RA, yang mengatakan bahwa pahala orang yang salat tarawih pada malam keempat seakan seperti membaca Taurat, Injil, dan Al-Quran”, ujar Suhartono
Dalam ceramahnya, Iqbal Habibie Siregar menyampaikan tema yang sangat penting: taqwa dan júd sebagai sifat-sifat yang harus dimiliki setiap Muslim dalam menjalani kehidupan, khususnya di bulan Ramadan. Taqwa, menurut beliau, adalah kesadaran penuh akan kehadiran Allah dalam setiap aspek kehidupan kita. Hal ini tercermin dalam sikap hati yang senantiasa menjaga diri dari kemaksiatan dan selalu berusaha mendekatkan diri kepada-Nya melalui amal ibadah, baik yang wajib maupun sunnah. Iqbal menegaskan bahwa taqwa bukan hanya sekadar ketundukan dalam beribadah, tetapi juga mencakup ketulusan dalam hubungan dengan sesama.
Sifat júd, atau pemurah, menurut Iqbal, merupakan bagian dari iman yang harus diterapkan setiap Muslim dalam kehidupan sehari-hari.Menurutnya, júd adalah sikap yang menjadikan seseorang selalu memberi, baik dalam hal materi, ilmu, maupun perhatian kepada sesama. Tidak hanya itu, sifat ini juga menjadi cara untuk “berbisnis” dengan Allah. Iqbal mengutip hadis yang menyatakan bahwa
“Barang siapa yang memberi, Allah akan memberi lebih banyak lagi.” Ini adalah bentuk investasi dunia akhirat yang paling menguntungkan” ujar Iqbal Habibi dihadapan jamaah
Karena amal kebaikan akan dibalas berlipat ganda oleh Allah.
Iqbal juga menyampaikan bahwa kedua sifat ini, taqwa dan júd, adalah jalan terbaik untuk mengenal Allah serta untuk membangun hubungan baik dengan sesama manusia. Dalam hidup bermasyarakat, ia menekankan pentingnya sikap pemurah, karena dengan memberi kita tidak hanya memperoleh pahala, tetapi juga mempererat tali persaudaraan dan keharmonisan sosial. Taqwa dan júd, menurutnya, adalah dua pilar yang saling melengkapi dalam mewujudkan kemenangan spiritual di bulan Ramadan.
Ceramah pada malam keempat Ramadan ini memberikan wawasan yang mendalam tentang pentingnya taqwa dan júd sebagai dua sifat yang harus dimiliki setiap Muslim, terlebih di bulan Ramadan yang penuh berkah ini. Taqwa adalah dasar dari setiap amal ibadah, yang menjadikan kita lebih dekat dengan Allah, sementara júd adalah cermin dari sikap mulia yang memperlihatkan kasih sayang kita kepada sesama. Keduanya, dalam pandangan Iqbal Habibie Siregar, merupakan jalan terbaik menuju kemenangan spiritual yang tidak hanya membawa keberkahan di dunia, tetapi juga di akhirat.(Paidi).

