Penyuluh Agama KUA Medan Labuhan Ikuti Pelatihan Penyuluhan Interaktif Berbantu AI


Medan, (Humas). Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Labuhan, Sulaiman, S.Th.I., M.Ag, mengikuti pelatihan pada platform digital PINTAR Kemenag yang dilaksanakan secara online di Ruang Kerja Kantor KUA Kecamatan Medan Labuhan, Jumat (06/03/2026). Pelatihan ini mengangkat tema “Pelatihan Penyuluhan Interaktif Berbantu Artificial Intelligence (AI)” sebagai upaya meningkatkan kapasitas penyuluh dalam menghadapi tantangan dakwah di era digital.
Kegiatan pelatihan ini bertujuan membekali para penyuluh agama dengan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung tugas-tugas kepenyuluhan di tengah masyarakat yang semakin dinamis dan berbasis teknologi.
Dalam kegiatan tersebut disampaikan bahwa penyuluh agama memiliki peran strategis dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan, moral, dan sosial kepada masyarakat. Namun, perkembangan zaman menghadirkan berbagai tantangan baru, terutama dalam menjangkau audiens yang lebih luas dan beragam.
Keterbatasan waktu, sumber daya, serta perubahan preferensi masyarakat dalam mengonsumsi media informasi menuntut para penyuluh untuk lebih inovatif dalam menyampaikan materi dakwah. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi AI dinilai menjadi salah satu solusi yang dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi penyampaian pesan keagamaan.
Melalui pelatihan ini, para peserta diperkenalkan dengan berbagai pemanfaatan teknologi AI, mulai dari pembuatan konten dakwah yang lebih menarik, analisis kebutuhan audiens, hingga pemanfaatan teknologi untuk menciptakan komunikasi yang lebih personal dan berkelanjutan dengan masyarakat.
Sulaiman menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kompetensi penyuluh agama agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi di era digital.
“Sebagai penyuluh agama, kita dituntut tidak hanya mampu menyampaikan pesan keagamaan secara konvensional, tetapi juga harus mampu memanfaatkan teknologi modern agar dakwah dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan efektif,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa integrasi teknologi AI dalam kegiatan penyuluhan diharapkan dapat membantu para penyuluh dalam menyusun materi yang lebih menarik, relevan, serta mudah dipahami oleh masyarakat.
Pelatihan ini juga menekankan pentingnya penguasaan media penyuluhan berbasis digital sebagai bagian dari kompetensi teknis penyuluh agama. Dengan memanfaatkan teknologi AI, penyuluh diharapkan mampu menghadirkan metode penyuluhan yang lebih kreatif, interaktif, serta adaptif terhadap perkembangan zaman.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para penyuluh agama semakin siap menghadapi tantangan dakwah di era digital serta mampu memberikan pelayanan keagamaan yang lebih efektif dan inovatif bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *