PAI Medan Amplas Tekankan Pentingnya Empat Amalan Menuju Keselamatan Hidup

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas, Dr. H. Syarto Syarief, Lc., M.A., mengisi tausiyah Subuh di Masjid Muslimin, Jalan Perbatasan, Kecamatan Medan Amplas, pada Ahad (08/03/2026).

Dalam tausiyah tersebut, Syarto mengangkat tema mengenai empat amalan yang menjadi jalan menuju keselamatan di akhirat sebagaimana disebutkan dalam hadis hasan riwayat Imam At-Tirmidzi dan Ibnu Majah. Ia menjelaskan bahwa Rasulullah SAW memberikan tuntunan praktis bagi umat Islam untuk meraih keselamatan dan kebahagiaan di surga melalui amalan-amalan sederhana namun penuh makna.

Amalan pertama adalah melestarikan budaya salam dengan mengucapkan “Assalamu’alaikum”. Menurutnya, salam bukan sekadar ucapan, tetapi juga doa keselamatan serta sarana untuk mempererat persaudaraan antar sesama muslim.

Amalan kedua adalah memberi atau berbagi makanan kepada sesama. Syarto menegaskan bahwa berbagi makanan merupakan bentuk kepedulian sosial yang sangat dianjurkan dalam Islam karena dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dan empati terhadap sesama.

Amalan ketiga adalah menyambung silaturahmi. Ia menjelaskan bahwa menjaga hubungan baik dengan keluarga, kerabat, dan sesama muslim merupakan salah satu kunci keberkahan hidup sekaligus memperkuat keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara amalan keempat adalah melaksanakan salat malam ketika banyak orang sedang tidur nyenyak. Ibadah ini menjadi salah satu bentuk kedekatan spiritual seorang hamba dengan Allah SWT yang dilakukan dengan penuh keikhlasan.

“Empat amalan ini menunjukkan bahwa ajaran Islam tidak hanya menekankan hubungan vertikal kepada Allah, tetapi juga hubungan sosial yang harmonis antar sesama manusia,” ujar Syarto dalam tausiyahnya.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang diikuti oleh beberapa jamaah, di antaranya H. Bahren, H. Wisrizaf RN, dan H. Bambang. Mereka menyampaikan sejumlah pertanyaan terkait implementasi nilai-nilai hadis tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Tausiyah berlangsung dengan suasana interaktif dan penuh perhatian dari para jamaah. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan pelaksanaan salat Isyrāq yang menambah kekhusyukan ibadah pagi di bulan Ramadan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *