Medan (Humas) — Masjid Arriva’i yang berlokasi di Jalan S.M. Raja Km. 7 No. 5, Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas, terpilih sebagai salah satu Masjid Ramah Pemudik terbaik di Sumatera Utara tahun 2026. Atas capaian tersebut, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A., menyampaikan apresiasi kepada Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Arriva’i atas kinerja yang dinilai solid, inovatif, dan profesional.
Apresiasi tersebut disampaikan Lukman di sela-sela kunjungan kerja Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. KH. Raden Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum., di Masjid Arriva’i, Jumat (27/03/2026).
Lukman menjelaskan, Masjid Arriva’i memiliki posisi yang sangat strategis karena berada di jalur lintas utama yang menjadi pintu gerbang keluar-masuk Kota Medan menuju berbagai kabupaten/kota dan provinsi. Lokasinya yang berdekatan dengan akses Tol BELMERA serta terminal bus besar seperti Antar Lintas Sumatera (ALS), Makmur, Halmahera, Rafi, Sampagul, dan lainnya, menjadikan masjid ini sebagai tempat favorit bagi para pemudik untuk beristirahat.
“Setiap hari hampir mencapai seratus pemudik singgah untuk beristirahat, melaksanakan salat, dan makan. Hal ini karena masjid ini bersih, indah, dan memberikan kenyamanan bagi para musafir,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa KUA Medan Amplas secara aktif melakukan koordinasi dan pembinaan kepada pengurus BKM Masjid Arriva’i. Menurutnya, peningkatan sarana dan prasarana yang terus dilakukan menjadi salah satu faktor utama terpilihnya masjid ini sebagai Masjid Ramah Pemudik terbaik di wilayah Sumatera Utara.
Sementara itu, Ketua BKM Arriva’i, Ikrom Helmi Nasution, menyampaikan bahwa program Masjid Ramah Pemudik yang digagas Kementerian Agama RI memberikan solusi nyata bagi kenyamanan dan keamanan para pemudik. Melalui koordinasi yang baik, pihaknya mampu menjalankan program tersebut secara optimal.
“Alhamdulillah, selama arus mudik Idul Fitri, kami dapat melaksanakan amanah dengan baik. Kami menyediakan layanan iftar (buka puasa bersama), kajian keagamaan setelah Zuhur, serta pelayanan sahur setiap Senin dan Kamis. Selain itu, kami juga telah menambah fasilitas seperti kamar mandi, listrik untuk pengisian daya telepon seluler, dan berbagai fasilitas pendukung lainnya,” ungkap Ikrom.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. H. Impun Siregar, M.A., dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pihaknya terus mendorong sinergi antara KUA dan BKM di seluruh wilayah Kota Medan. Ia juga menyinggung bahwa Kota Medan telah ditetapkan sebagai Kota Wakaf oleh Kementerian Agama RI.
“Kami terus berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Medan untuk mendampingi pengurusan sertifikasi tanah wakaf masjid. Alhamdulillah, hampir seluruh masjid di Kota Medan telah memiliki sertifikat wakaf,” jelasnya.
Dalam arahannya, Wakil Menteri Agama RI, Dr. KH. Raden Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum., menyampaikan bahwa secara nasional terdapat 6.529 masjid yang ditetapkan sebagai Masjid Ramah Pemudik Idul Fitri 1447 H/2026 M, termasuk di Sumatera Utara.
Ia menegaskan bahwa program ini berangkat dari nilai-nilai religius dalam tradisi mudik, seperti mempererat silaturahmi dan berbakti kepada orang tua. Oleh karena itu, masjid diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pelayanan bagi para musafir.
“Kita ingin masjid hadir memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pemudik. Dalam waktu dekat akan memasuki arus balik, kami berharap pengurus masjid tetap memberikan pelayanan terbaik dengan sepenuh hati,” ujarnya.
Wamenag juga memberikan apresiasi khusus kepada BKM Masjid Arriva’i atas kesiapan fasilitas pelayanan selama 24 jam bagi para pemudik. Ia turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, TNI, dan Polri, yang telah mendukung suksesnya program tersebut.
Kegiatan kunjungan kerja di Masjid Arriva’i ditutup dengan penyerahan beasiswa dari BKM, ATM beras, serta peninjauan berbagai fasilitas seperti swalayan, barber shop, dan aula masjid. Turut hadir dalam kegiatan tersebut para Kepala KUA se-Kota Medan, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sumut, Kepala Bidang Urusan Agama Islam, Camat Medan Amplas, unsur TNI/Polri, para lurah, serta tokoh masyarakat setempat.

