Medan (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. H. Impun Siregar, menghadiri kegiatan peninjauan Masjid Ramah Pemudik bersama Wakil Menteri Agama RI, Romo M. Syafi’i, di Masjid Ar-Rivai TPI Medan, Jumat (27/03/2026).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Syafrizal Bancin, serta Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Sakoanda Siregar.
Dalam keterangannya, Impun Siregar menegaskan bahwa program Masjid Ramah Pemudik merupakan salah satu program unggulan Kementerian Agama yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya pada momentum arus balik Idulfitri 1447 H/2026 M.

Ia menjelaskan bahwa kehadiran Wakil Menteri Agama di Kota Medan bertujuan untuk memastikan kesiapan layanan masjid bagi para pemudik yang melintasi wilayah tersebut. Monitoring ini juga menjadi bagian penting dalam memastikan program berjalan secara optimal di lapangan.
“Wamenag Romo Syafi’i hadir untuk memonitor pelaksanaan program Masjid Ramah Pemudik sebagai bentuk pelayanan nyata Kementerian Agama kepada masyarakat. Di Kota Medan terdapat delapan masjid ramah pemudik yang tersebar di titik-titik strategis jalur mudik, khususnya di sekitar pangkalan bus, sehingga memudahkan pemudik untuk beristirahat dengan aman dan nyaman,” ujar Impun.
Sementara itu, Wakil Menteri Agama RI, Romo M. Syafi’i, menyampaikan bahwa secara nasional terdapat 6.529 masjid yang telah ditetapkan sebagai Masjid Ramah Pemudik pada Idulfitri 1447 H/2026 M, termasuk di wilayah Sumatera Utara. Ia menegaskan bahwa program ini lahir dari nilai-nilai luhur tradisi mudik yang tidak hanya bersifat kultural, tetapi juga religius, seperti mempererat silaturahmi dan meningkatkan kepedulian sosial.
Wamenag juga menekankan pentingnya mengoptimalkan fungsi sosial masjid sebagai pusat pelayanan bagi para musafir.
“Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, tetapi juga harus mampu hadir sebagai pusat pelayanan bagi masyarakat, khususnya para pemudik. Kita ingin memberikan rasa aman dan nyaman bagi saudara-saudara kita selama perjalanan mudik dan arus balik,” ungkapnya.

Ia turut mengapresiasi antusiasme pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) yang telah menyediakan berbagai fasilitas bagi pemudik, seperti tempat istirahat, kamar mandi, serta makanan dan minuman gratis dengan layanan selama 24 jam.
Ketua BKM Masjid Ar-Rivai, Ikrom Helmi Nasution, menyampaikan bahwa program Masjid Ramah Pemudik menjadi solusi dalam memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pemudik. Menurutnya, melalui koordinasi dan komunikasi yang baik, pengurus masjid mampu menjalankan amanah tersebut secara maksimal.
“Alhamdulillah, saat arus mudik sebelum Idulfitri kemarin, program ini berjalan dengan baik dan lancar. Bahkan setelah penetapan sebagai Masjid Ramah Pemudik, kami terus melakukan penambahan fasilitas, termasuk kamar mandi dan sarana pendukung lainnya,” ujarnya.

Menutup keterangannya, Impun Siregar menegaskan bahwa pelayanan yang diberikan oleh pengurus masjid merupakan wujud nyata kepedulian dan semangat gotong royong umat dalam membantu sesama, sekaligus menjadi bagian dari dakwah yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Ini adalah bentuk dakwah yang nyata, di mana masjid hadir memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kami berharap semangat pelayanan ini terus terjaga dan semakin ditingkatkan ke depannya,” tutupnya.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara pengurus masjid, pemerintah daerah, serta aparat keamanan menjadi kunci dalam memastikan pelayanan berjalan optimal, khususnya pada masa arus balik Lebaran, sehingga pemudik dapat merasakan perjalanan yang aman, nyaman, dan lancar.

