Bedah Tafsir Surah Al-Muthaffifin, PAI Medan Amplas Soroti Fenomena Bullying dan Perundungan Sosial

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam (PAI) Medan Amplas, Dr. H. Syarto Syarief, Lc, MA, menyampaikan kajian tafsir tematik yang mendalam mengenai fenomena perundungan (bullying) dalam perspektif Al-Qur’an. Kajian ini disampaikan pada pengajian rutin Tafsir Al-Qur’an Ahad Subuh di Masjid Ar-Rahmat, Jalan Bajak II H, Kelurahan Harjosari II, Medan Amplas, Minggu (5/4/2026).

Dalam tausiahnya, Dr. Syarto membedah QS. Al-Muthaffifin dengan pendekatan kontemporer. Ia menjelaskan bahwa ayat-ayat dalam surah tersebut tidak hanya berbicara tentang kecurangan takaran, tetapi juga menggambarkan perilaku orang-orang yang gemar merendahkan dan mengejek kaum beriman.

Dr. Syarto menegaskan bahwa perilaku merendahkan yang digambarkan Al-Qur’an kini bertransformasi ke dalam berbagai bentuk modern, mulai dari ujaran sinis di dunia nyata hingga perundungan siber (cyber bullying).

“Fenomena mengejek kebaikan hari ini bisa hadir dalam bentuk candaan, media sosial, bahkan narasi yang melemahkan semangat beragama. Padahal, Al-Qur’an sudah mengingatkan bahwa perilaku yang menyakiti martabat sesama manusia itu akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah,” ujar Dr. Syarto.

Beliau juga menyoroti adanya stigma negatif terhadap praktik keagamaan tertentu yang sering kali dijadikan bahan olok-olok dalam pergaulan sosial saat ini.

Lebih lanjut, kajian ini memberikan penguatan moral bagi umat Islam agar tetap istiqamah dalam menjalankan ajaran agama meskipun menghadapi tekanan sosial atau cemoohan. Menurutnya, keberpihakan Allah terhadap orang-orang beriman menjadi jaminan bahwa keadilan sejati akan terwujud.

“Pesan utamanya adalah keteguhan. Jangan goyah oleh penilaian manusia yang merendahkan, karena pada akhirnya Allah yang akan menilai dan membalas dengan seadil-adilnya,” tambah beliau.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua BKM Masjid Ar-Rahmat, H. Amir Husin, MH, beserta jajaran pengurus dan puluhan jemaah yang antusias menyimak kajian sejak waktu subuh. Diskusi berlangsung interaktif, di mana jemaah mencoba menghubungkan penjelasan tafsir dengan realitas kehidupan sehari-hari mereka.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan pelaksanaan Salat berjemaah, yang menambah kekhusyukan dan keberkahan suasana pagi itu. Pengajian rutin ini merupakan bagian dari komitmen Masjid Ar-Rahmat untuk terus menghadirkan pemahaman Al-Qur’an yang relevan dengan tantangan zaman serta memakmurkan kegiatan dakwah di wilayah Medan Amplas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *