Penyuluh Agama Islam KUA Medan Amplas Gelar Kajian Fikih Ibadah, Tekankan Pentingnya Silaturahmi Pasca Ramadan

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas, Dr. H. Syarto Syarif, Lc., M.A., kembali menggelar kajian rutin Fikih Ibadah Maghrib–Isya dengan tema “Menjadikan Ramadan Momentum Memperkokoh Silaturahmi”. Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Nurul Iman, Jalan SM. Raja Km. 9, Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas, Kamis (09/04/2026).

Dalam penyampaiannya, Dr. Syarto Syarif menyoroti tradisi halal bihalal sebagai bagian dari kearifan lokal yang sarat dengan nilai-nilai Ramadan. Menurutnya, tradisi tersebut tidak hanya sekadar budaya, melainkan memiliki makna mendalam yang sejalan dengan ajaran Islam.

“Halal bihalal bukan sekadar tradisi, tetapi menjadi sarana untuk memperkuat silaturahmi, saling memaafkan, saling mengunjungi, serta berbagi antar sesama,” ujarnya di hadapan jamaah.

Ia juga menambahkan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi tersebut merupakan implementasi nyata ajaran Islam dalam kehidupan sosial. Oleh karena itu, keberadaannya perlu dijaga dan dilestarikan, terutama di tengah dinamika masyarakat modern yang terus berkembang.

Kegiatan ta’lim ini turut dihadiri Ketua BKM Masjid Nurul Iman, Munir, bersama Fachrizal, S.Pd.I, serta puluhan jamaah yang mengikuti pengajian dengan penuh antusias. Suasana berlangsung khidmat dan penuh keakraban, mencerminkan semangat kebersamaan umat Islam setelah menjalani ibadah Ramadan.

Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan pelaksanaan shalat Isya berjamaah yang semakin menambah nilai ibadah dan keberkahan dalam majelis tersebut.

Melalui pengajian rutin ini, diharapkan dapat menjadi wadah pembinaan umat dalam memahami fikih ibadah secara lebih mendalam, sekaligus menjaga dan memperkuat tradisi keagamaan yang sarat dengan nilai ukhuwah dan kebersamaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *