Medan (Humas) – Memasuki minggu terakhir pasca-Idulfitri 1447 H, semangat pengabdian terus ditunjukkan oleh para Penyuluh Agama Islam (PAI) di Kota Medan. Penyuluh KUA Kecamatan Medan Kota bersinergi bersama Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Kota Medan melaksanakan kegiatan Bimbingan Rohani (Bimroh) bagi pasien di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (RS USU), Senin (13/04/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Penyuluh Menyapa” yang bertujuan memberikan penguatan mental dan spiritual kepada pasien yang masih menjalani perawatan medis di masa pasca-Lebaran. Kehadiran para penyuluh di ruang-ruang perawatan disambut hangat oleh pasien maupun keluarga yang mendampingi.
Tim penyuluh yang terlibat antara lain Imam Pratomo, M.H.I., Muhammad Arsyad, S.H.I., dan Abdul Majid, S.H.I. dari KUA Medan Kota, serta unsur Pokjaluh Kota Medan di antaranya Suryadi, S.Ag., Nurbaiti Lubis, Ambri Sembiring, S.H.I., Al Huda, dan Sulaiman, S.Th.I.
Ketua tim penyuluh, Suryadi, S.Ag., menyampaikan bahwa momentum pasca-Idulfitri dimanfaatkan untuk menebarkan semangat kefitrian dan optimisme kepada para pasien.
“Kami hadir untuk menyapa saudara-saudara kita yang belum dapat berkumpul bersama keluarga karena kondisi kesehatan. Kami ingin menyampaikan bahwa sakit adalah ujian kesabaran, dan Idulfitri menjadi momentum untuk meraih kemenangan batin serta harapan kesembuhan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, para penyuluh memberikan pendampingan secara personal dengan membacakan doa-doa kesembuhan, memberikan edukasi terkait tata cara bersuci (tayamum) dan pelaksanaan salat bagi orang sakit, serta memotivasi pasien agar senantiasa menjaga husnuzan kepada Allah SWT.
Pihak manajemen RS USU turut mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara penyuluh agama dan institusi kesehatan. Kehadiran penyuluh dinilai mampu memberikan ketenangan batin bagi pasien, yang secara tidak langsung turut mendukung proses pemulihan secara menyeluruh.
Melalui sinergi antara KUA Medan Kota dan Pokjaluh Kota Medan ini, diharapkan kegiatan pembinaan rohani di lingkungan rumah sakit dapat terus berlanjut sebagai bagian dari pelayanan keagamaan yang menyentuh aspek psikologis dan spiritual masyarakat.

