Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal Gelar Pemberkatan Keluarga dimasa Paskah

Medan (Humas) Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal, Roni Antonius Sitanggang, melaksanakan kegiatan pemberkatan keluarga dalam masa Paskah di rumah keluarga Tawarni Simalanggo, JL. Tapian Nauli Pasar IV Medan Sunggal, pada Kamis, (23/4/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 35 orang umat yang tergabung dalam lingkungan Santa Teresa Kalkuta Medan. Suasana berlangsung khidmat dan penuh sukacita sebagai bagian dari perayaan iman umat Katolik.

Dalam tradisi Gereja Katolik, masa Paskah menjadi momentum penting untuk melaksanakan pemberkatan keluarga dan percikan rumah. Tradisi ini juga tercatat dalam dokumen Kongregasi Ibadat nomor 152 yang menegaskan bahwa pemberkatan tahunan keluarga dilaksanakan di rumah masing-masing umat. Kegiatan pastoral ini sangat dianjurkan karena memberi ruang bagi umat untuk merasakan kehadiran Allah secara nyata dalam kehidupan keluarga.

Roni Antonius Sitanggang menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya seremonial, tetapi memiliki makna spiritual yang mendalam. Ia juga memberikan penjelasan terkait teknis pelaksanaan, termasuk persiapan yang harus dilakukan oleh keluarga serta pengaturan rute kunjungan Pastor. Persiapan tersebut antara lain memastikan rumah dalam keadaan bersih, rapi, dan siap menyambut kedatangan imam. “Pemberkatan keluarga dalam masa Paskah adalah kesempatan berharga bagi umat untuk menyadari kehadiran Allah yang hidup dan berkarya di tengah keluarga Kristiani,” ujar Roni Antonius Sitanggang.

Pelaksanaan pemberkatan keluarga dan percikan rumah dipimpin oleh Pastor Moses Situmorang selaku Pastor Paroki Hayam Wuruk Medan. Umat menyambut kegiatan ini dengan penuh antusias karena telah menjadi tradisi yang terus dijalankan dari tahun ke tahun. Kehadiran Pastor di tengah keluarga memberikan penguatan iman serta mempererat hubungan antara Gereja dan umat.

Edi Sitanggang selaku seksi keluarga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Roni Antonius Sitanggang atas sosialisasi dan pendampingan yang diberikan. Ia menilai kegiatan ini sangat membantu umat dalam memahami makna serta tata cara pemberkatan keluarga, sehingga dapat dilaksanakan dengan lebih baik dan penuh kesadaran iman.

Kegiatan pemberkatan keluarga di masa Paskah ini tidak hanya menjadi tradisi Gereja, tetapi juga sarana pembinaan iman yang efektif bagi umat. Melalui kegiatan ini, keluarga Katolik semakin diteguhkan dalam iman, dipersatukan dalam kasih, serta diingatkan akan kehadiran Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.(RAS/PAI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *