Medan (Humas) — Kementerian Agama Kota Medan menerima audiensi panitia Workshop Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diinisiasi oleh Paguyuban Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) dan Pengawas Pendidikan Agama Islam (PPAI) Kota Medan, Rabu (6/5/2026). Audiensi berlangsung di ruang kerja Kepala Kantor Kemenag Kota Medan, Dr. H. Impun Siregar, M.A., dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi.
Audiensi tersebut bertujuan untuk menyampaikan rencana pelaksanaan Workshop Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sekaligus mengundang Kepala Kantor Kemenag Kota Medan untuk membuka kegiatan tersebut secara resmi. Workshop ini direncanakan akan dilaksanakan pada 19–20 Mei 2026 bekerja sama dengan Balai Diklat Keagamaan Medan, dan akan diikuti oleh guru Pendidikan Agama Islam jenjang SD, SMP, SMA, hingga SMK se-Kota Medan.
Turut hadir dalam audiensi tersebut Ketua Pokjawas PAI Kota Medan, Siti Maryam Pulungan, S.Ag., bersama Sekretaris Khadijah, S.Pd.I., M.Psi., serta panitia workshop Muhammad Natsir Panjaitan, S.Pd.I., dan Hari Suyandi, S.Pd.I.
Dalam pemaparannya, panitia menyampaikan bahwa Workshop KBC bertujuan memperkuat karakter peserta didik melalui pendekatan pembelajaran yang lebih humanis, menekankan nilai kasih sayang, empati, dan toleransi dalam proses pendidikan agama.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Kemenag Kota Medan, Impun Siregar, menyambut baik inisiatif tersebut dan menilai bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan pendidikan di era modern.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif para guru dan pengawas PAI Kota Medan dalam menghadirkan Kurikulum Berbasis Cinta. Pendekatan ini sangat relevan dalam membangun karakter peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki empati, toleransi, dan kepedulian sosial,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pendidikan agama tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga harus mampu menyentuh dimensi afektif dan membentuk kepribadian peserta didik yang berakhlak mulia.
“Pendidikan berbasis cinta adalah fondasi penting dalam menciptakan generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga memiliki hati yang lembut, mampu menghargai perbedaan, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Impun Siregar menyatakan kesiapan Kemenag Kota Medan untuk mendukung penuh pelaksanaan workshop tersebut, termasuk kehadirannya dalam membuka kegiatan secara resmi.
“Kementerian Agama berkomitmen untuk terus mendorong inovasi dalam dunia pendidikan agama. Workshop ini menjadi langkah konkret dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih humanis, inklusif, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Audiensi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara Kementerian Agama dan para pendidik dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam di Kota Medan. Diharapkan, melalui Workshop Kurikulum Berbasis Cinta, para guru dapat mengimplementasikan pendekatan pembelajaran yang lebih menyentuh aspek emosional dan spiritual peserta didik.
Dengan demikian, proses pembelajaran tidak hanya menjadi transfer ilmu, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter yang harmonis, penuh kasih, dan bermakna bagi generasi masa depan.

