Medan (Humas) — Kementerian Agama Kota Medan melalui Bagian Kepegawaian terus memperkuat tata kelola data aparatur berbasis digital. Hal ini ditunjukkan dengan diterimanya kunjungan konsultasi dari Aparatur Sipil Negara (ASN) MTsN 3 Medan terkait perbaikan dan pemutakhiran data kepegawaian melalui Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) serta e-kinerja, Rabu (6/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di ruang kerja Bagian Kepegawaian ini menjadi bagian dari upaya strategis dalam mendukung peremajaan data SIASN agar seluruh data ASN tersaji secara akurat, mutakhir, dan terintegrasi dalam sistem kepegawaian nasional. Proses ini dinilai penting dalam mendukung transformasi digital di lingkungan Kementerian Agama.
Staf Kepegawaian Kemenag Kota Medan, Hilman Faudy, menjelaskan bahwa pihaknya terus membuka layanan konsultasi dan pendampingan bagi satuan kerja guna memastikan pengelolaan data ASN berjalan optimal dan sesuai regulasi.
“Peremajaan data SIASN ini sangat penting agar seluruh data ASN tetap valid dan terbarui. Data yang akurat akan berdampak langsung pada kualitas layanan kepegawaian, mulai dari administrasi hingga pengambilan kebijakan,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa konsultasi yang dilakukan tidak hanya sebatas pembaruan data, tetapi juga mencakup pemahaman teknis terkait pengisian e-kinerja sebagai bagian dari penilaian kinerja ASN.
“Melalui konsultasi e-kinerja, kami memastikan bahwa setiap ASN memahami mekanisme pelaporan kinerja secara benar. Ini penting agar kinerja pegawai dapat terukur, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tambahnya.
Lebih lanjut, Hilman menyampaikan bahwa integrasi data kepegawaian menjadi fondasi utama dalam mewujudkan sistem birokrasi yang modern dan profesional. Oleh karena itu, peran aktif seluruh satuan kerja sangat dibutuhkan dalam melakukan pemutakhiran data secara berkala.
“Kami mengajak seluruh ASN untuk lebih proaktif dalam memperbarui data masing-masing. Ini bukan hanya tanggung jawab kepegawaian, tetapi menjadi tanggung jawab bersama dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang baik,” tegasnya.
Kegiatan konsultasi ini juga menjadi ruang dialog yang konstruktif antara Bagian Kepegawaian dan ASN di satuan kerja. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi secara langsung terkait kendala teknis, validasi data, hingga sinkronisasi sistem yang sering dihadapi di lapangan.
Salah satu ASN MTsN 3 Medan mengungkapkan bahwa layanan konsultasi ini sangat membantu dalam memahami proses pengelolaan data kepegawaian berbasis digital.
“Kami sangat terbantu dengan adanya pendampingan ini. Penjelasan yang diberikan sangat jelas dan solutif, sehingga kami lebih memahami langkah-langkah dalam memperbarui data dan mengelola e-kinerja,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kota Medan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepegawaian berbasis digital. Pendampingan yang dilakukan diharapkan mampu mendorong terwujudnya data ASN yang akurat, sistem yang terintegrasi, serta tata kelola kepegawaian yang profesional, transparan, dan akuntabel di seluruh satuan kerja.

