Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam pada Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Labuhan, Sulaiman, tampil sebagai narasumber dalam program Kajian Tausyiah Aqila di Radio Aqila 102.6 FM Medan pada Jumat (15/05/2026) pukul 17.45 WIB. Kegiatan bimbingan dan penyuluhan berbasis teknologi informasi tersebut mengangkat tema “Persiapan Menyambut dan Memuliakan Bulan Dzulhijjah”.
Acara dipandu oleh pembawa acara Windy dan diawali dengan pemutaran lagu-lagu islami sebelum memasuki sesi tausyiah. Dalam penyampaiannya, Sulaiman menjelaskan tentang empat bulan haram (asyhurul hurum) yang dimuliakan dalam Islam, yakni Bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Ia menerangkan bahwa bulan-bulan tersebut disebut bulan haram karena memiliki kemuliaan khusus, menjadi waktu yang diharamkan untuk berbuat zalim, serta merupakan momentum dilipatgandakannya pahala amal ibadah.
“Bulan Dzulhijjah menjadi salah satu momentum terbaik bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amal saleh sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sulaiman menyampaikan bahwa sepuluh hari pertama Bulan Dzulhijjah merupakan hari-hari yang sangat dicintai Allah SWT apabila diisi dengan berbagai amalan kebaikan. Ia mengajak masyarakat untuk memperbanyak takbir, tahmid, dan tahlil, memperbanyak doa, melaksanakan puasa sunnah, meningkatkan sedekah, serta memperbanyak istighfar dan taubat sebagai bentuk persiapan menyambut Bulan Dzulhijjah.
Dalam sesi interaktif, sejumlah pendengar turut mengirimkan pertanyaan terkait puasa sunnah yang dianjurkan pada awal Bulan Dzulhijjah. Menjawab pertanyaan tersebut, Sulaiman menjelaskan bahwa puasa sunnah yang dilaksanakan pada sembilan hari pertama Bulan Dzulhijjah di antaranya puasa Tarwiyah pada tanggal 8 Dzulhijjah dan puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah.
Ia juga memaparkan keutamaan kedua puasa tersebut. Menurutnya, puasa Tarwiyah merupakan amalan sunnah yang dianjurkan untuk melatih kesabaran, meningkatkan ketakwaan, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT menjelang Hari Raya Iduladha. Sementara puasa Arafah memiliki keutamaan besar sebagaimana disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW, yakni dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.
Antusiasme pendengar terlihat tinggi selama berlangsungnya sesi tanya jawab. Namun, karena keterbatasan waktu menjelang adzan Magrib, acara akhirnya ditutup oleh pembawa acara.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Kementerian Agama Kota Medan melalui para penyuluh agama Islam dalam menghadirkan layanan bimbingan dan penyuluhan keagamaan yang mudah diakses masyarakat melalui media digital. Melalui program tersebut, masyarakat diharapkan dapat memperoleh edukasi keagamaan yang interaktif, praktis, dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

