Penyuluh Katolik Medan Gelar Podcast OPKM, Luruskan Pemahaman tentang Penghormatan kepada Bunda Maria

Medan (Humas) Para Penyuluh Bimas Katolik Kementerian Agama Kota Medan menggelar podcast OPKM (Obrolan Penyuluh Katolik Medan) pada Senin, 18 Mei 2026, di Ruang Bimas Katolik Kementerian Agama Kota Medan, Jalan Sei Batu Gingging Ps. X No.12, Merdeka, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara. Podcast yang mengangkat tema “Bunda Maria: Kita Hormati atau Kita Sembah?” ini menghadirkan Hekdi Jojada Sinaga, S.Fil. sebagai host, serta dua narasumber yakni Roni Antonius Sitanggang, S.Fil. dan Demaran Sigiro, S.Fil., yang merupakan Penyuluh Agama Katolik Kota Medan.

Kegiatan ini diselenggarakan dalam suasana Bulan Maria yang setiap tahun dirayakan umat Katolik sepanjang bulan Mei melalui berbagai kegiatan rohani seperti doa Rosario, novena, dan ziarah. Dalam podcast yang berlangsung sekitar dua puluh menit tersebut, para narasumber memberikan penjelasan mendalam mengenai ajaran Gereja Katolik tentang posisi Bunda Maria dalam kehidupan iman umat. Hekdi Jojada Sinaga menegaskan bahwa umat Katolik tidak menyembah Bunda Maria, melainkan menghormatinya sebagai Bunda Yesus Kristus dan teladan iman bagi Gereja. “Penghormatan kepada Maria justru mengantar kita semakin dekat kepada Kristus,” ujarnya.

Roni Antonius Sitanggang turut menjelaskan bahwa dalam tradisi Gereja dikenal ungkapan “Ad Jesum per Mariam” yang berarti “Menuju Yesus melalui Maria.” Menurutnya, penghormatan kepada Maria selalu bermuara pada Kristus dan tidak pernah menjadikan Maria sebagai tujuan akhir iman umat Katolik. Ia juga menerangkan tentang gelar Theotokos atau Bunda Allah yang diberikan kepada Maria. Gelar tersebut, katanya, bukan berarti Maria lebih besar dari Allah, melainkan penegasan iman bahwa Yesus Kristus yang dilahirkan Maria adalah sungguh Allah dan sungguh manusia. Penjelasan itu sejalan dengan ajaran Gereja dalam dokumen Lumen Gentium yang menegaskan bahwa seluruh penghormatan kepada Maria bersumber dari misteri Kristus.

Sementara itu, Demaran Sigiro menyoroti relevansi teladan Maria bagi kehidupan kaum muda dan keluarga Katolik masa kini. Ia menyampaikan bahwa Maria menjadi contoh nyata ketaatan, kerendahan hati, serta kesetiaan kepada Tuhan di tengah berbagai tantangan zaman. “Maria mengajarkan kita untuk tetap percaya kepada Tuhan meskipun tidak selalu memahami seluruh rencana-Nya,” ungkapnya. Ia juga mengajak keluarga Katolik untuk membangun devosi yang sehat melalui doa Rosario bersama, mengenal kisah hidup Maria, serta meneladani kasih dan kesetiaannya dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui podcast OPKM ini, Bimas Katolik Kementerian Agama Kota Medan terus berupaya menghadirkan edukasi keagamaan yang mudah diakses masyarakat luas. Dengan format perbincangan yang ringan namun berbobot, kegiatan ini diharapkan dapat membantu umat Katolik memahami ajaran iman secara benar dan mendalam, sehingga semakin bertumbuh dalam kehidupan rohani yang berpusat pada Kristus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *