Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Medan Kota bersama Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Kota Medan kembali melaksanakan aksi sosial keagamaan melalui program Bimbingan Rohani (Bimroh) bagi pasien di Rumah Sakit Mitra Sejati, Selasa (19/05/2026).
Kegiatan kolaboratif tersebut menyasar pasien muslim yang sedang menjalani perawatan di ruang rawat inap. Kehadiran para penyuluh agama bertujuan memberikan penguatan mental dan spiritual agar pasien tetap sabar, tenang, dan optimis dalam menjalani proses pengobatan serta pemulihan kesehatan.
Tim penyuluh yang terlibat dalam kegiatan tersebut di antaranya Imam Pratomo, Abdul Majid, Syarto Syarif, Harun Ar-Rasyid, Nur Baiti, Syahmuda Nasution, Abdullah Hakim, dan Ambri.
Dalam kegiatan tersebut, para penyuluh melakukan pendekatan interpersonal secara santun dengan memberikan motivasi spiritual, membimbing doa kesembuhan sesuai sunnah, serta memberikan edukasi terkait tata cara bersuci dan salat bagi orang sakit.

Imam Pratomo menyampaikan bahwa pelayanan bimbingan rohani menjadi bagian penting dalam mendukung proses pemulihan pasien selain pengobatan medis yang sedang dijalani.
“Alhamdulillah, hari ini kami bersinergi memberikan pelayanan terbaik berupa bimbingan kerohanian. Selain ikhtiar medis, ketenangan batin melalui pendekatan agama juga sangat penting untuk membantu mempercepat pemulihan pasien,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kehadiran penyuluh agama di rumah sakit diharapkan mampu menghadirkan semangat, ketenangan, dan optimisme bagi pasien serta keluarga yang mendampingi.
“Kami ingin pasien merasa lebih tenang dan memiliki kekuatan spiritual dalam menghadapi ujian sakit. Melalui doa, dzikir, dan penguatan rohani, semoga para pasien diberikan kesabaran serta kesembuhan oleh Allah SWT,” tambahnya.
Pihak manajemen Rumah Sakit Mitra Sejati menyambut baik kegiatan bimbingan rohani tersebut dan mengapresiasi konsistensi para penyuluh agama dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada pasien.
Pendampingan spiritual dinilai mampu memberikan energi positif, mengurangi tingkat kecemasan pasien, serta membantu menciptakan suasana yang lebih tenang selama menjalani masa perawatan di rumah sakit.
Melalui program Bimroh terpadu ini, Kementerian Agama Kota Medan bersama Pokjaluh terus berkomitmen menghadirkan pelayanan keagamaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, termasuk bagi warga yang sedang mengalami keterbatasan fisik dan membutuhkan penguatan mental maupun spiritual.

