Medan (Humas) — Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Medan Perjuangan, Ramlan, turut membersamai Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Pusat, Amirsyah Tambunan, dalam kegiatan penguatan ukhuwah Islamiyah dan syiar moderasi beragama dengan menggaungkan tagline “Bersatu dalam Akidah, Bertoleransi dalam Khilafiah”. (19/05)
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat persatuan umat Islam sekaligus menanamkan nilai toleransi dalam menyikapi perbedaan pendapat di tengah kehidupan bermasyarakat. Melalui semangat kebersamaan, para tokoh agama dan masyarakat diajak untuk terus menjaga persatuan serta mempererat ukhuwah di tengah keberagaman.
Dalam kesempatan tersebut, Ramlan menyampaikan bahwa semangat “Bersatu dalam Akidah, Bertoleransi dalam Khilafiah” sangat relevan dalam kehidupan umat Islam saat ini, terutama dalam menjaga keharmonisan dan memperkuat persaudaraan sesama umat.
“Perbedaan dalam persoalan khilafiah jangan sampai memecah persatuan umat. Justru melalui perbedaan itulah kita belajar untuk saling menghormati, menjaga ukhuwah, dan memperkuat kebersamaan dalam bingkai akidah yang sama,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa peran tokoh agama dan lembaga keagamaan sangat penting dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat agar senantiasa mengedepankan sikap moderat, bijaksana, dan penuh toleransi dalam menyikapi berbagai perbedaan.
“Umat harus diberikan pemahaman bahwa Islam mengajarkan persaudaraan, kedamaian, dan sikap saling menghargai. Dengan menjaga toleransi dalam khilafiah, maka persatuan dan keharmonisan umat akan tetap terjaga,” tambahnya.
Sementara itu, Amirsyah Tambunan menekankan pentingnya menjaga persatuan umat di tengah berbagai dinamika sosial dan perbedaan pandangan yang berkembang di masyarakat.
“Tagline ‘Bersatu dalam Akidah, Bertoleransi dalam Khilafiah’ menjadi pengingat bagi umat Islam agar tetap menjaga ukhuwah dan tidak mudah terpecah hanya karena perbedaan pendapat dalam persoalan furu’iyah. Persatuan umat harus menjadi prioritas bersama,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi dan penguatan sinergi antara tokoh agama, ulama, dan masyarakat dalam menjaga kerukunan serta memperkokoh nilai-nilai moderasi beragama di tengah kehidupan sosial.
Melalui semangat “Bersatu dalam Akidah, Bertoleransi dalam Khilafiah”, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga persatuan, menghormati perbedaan pendapat, serta membangun kehidupan yang harmonis, damai, dan penuh ukhuwah Islamiyah.

