Medan (Humas) – Kegiatan pelayanan rohani kembali dilaksanakan di Rutan Perempuan Kelas II A Medan pada Senin (18/5/2026). Kegiatan ini berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan diikuti oleh warga binaan sebagai bagian dari pembinaan mental dan spiritual. Pelayanan tersebut dipimpin oleh Ketua Tim, Verawati Butar Butar bersama tim yang terdiri dari Trida sebagai pembawa doa, Frensa Hasugian sebagai dokumentasi kegiatan, serta doa penutup oleh Saronisa Ginting.
Dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan, para petugas pelayanan memberikan penguatan rohani serta motivasi agar warga binaan tetap memiliki semangat untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap pembinaan kepribadian dan nilai-nilai spiritual di lingkungan rutan.
Selain penyampaian penguatan rohani, kegiatan ini juga diisi dengan doa bersama dan sesi refleksi yang mengajak warga binaan untuk tetap memiliki harapan serta optimisme dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Kehadiran tim pelayanan disambut dengan antusias oleh para warga binaan yang mengikuti kegiatan dengan tertib dan penuh perhatian.
Ketua tim pelayanan, Verawati Butar Butar, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan ketenangan batin dan harapan baru bagi para warga binaan. Ia juga menegaskan bahwa pelayanan rohani menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat, rasa percaya diri, dan pengharapan di tengah proses pembinaan yang dijalani warga binaan. “Kami hadir untuk berbagi kasih, penguatan, dan pengharapan. Kiranya melalui pelayanan ini, warga binaan dapat semakin kuat menjalani proses pembinaan dan memiliki semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Frensa Hasugian mengatakan bahwa pelayanan rohani memiliki makna penting dalam membangun suasana yang lebih positif di lingkungan rutan. Menurutnya, kehadiran tim pelayanan diharapkan mampu membawa sukacita sekaligus mempererat rasa kebersamaan antara warga binaan dan para pelayan yang hadir. “Kegiatan seperti ini bukan hanya sekadar rutinitas, tetapi menjadi momen untuk saling menguatkan dan menghadirkan sukacita bagi saudara-saudari kita di sini,” ungkapnya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Saronisa Ginting. Suasana haru dan penuh syukur tampak menyertai seluruh rangkaian pelayanan hingga kegiatan berakhir. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan nilai-nilai spiritual, kepedulian, dan semangat kebersamaan terus tumbuh di lingkungan rutan, sehingga warga binaan tidak hanya menjalani masa pembinaan secara administratif, tetapi juga memperoleh penguatan mental dan rohani untuk menata kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.
Pelayanan rohani tersebut juga menjadi wujud nyata hadirnya pembinaan yang menyentuh sisi kemanusiaan, dengan harapan mampu menghadirkan ketenangan, pengharapan, dan perubahan positif bagi seluruh warga binaan yang mengikuti kegiatan.

