Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Medan Kota hadir di tengah ratusan jemaah untuk memimpin zikir dan doa bersama dalam pengajian akbar Majelis Taklim tingkat Provinsi Sumatera Utara, Selasa (12/05/2026).
Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat tersebut dihadiri tim penyuluh fungsional KUA Medan Kota, di antaranya Abdul Majid. Kehadiran para penyuluh menjadi bagian dari upaya pembinaan mental spiritual sekaligus penguatan literasi keagamaan berbasis umat di tengah masyarakat.
Suasana haru dan kekhusyukan terasa saat lantunan zikir, tahmid, dan istighfar dikumandangkan bersama oleh para jemaah. Kegiatan zikir bersama tersebut ditujukan untuk memohon keberkahan, keselamatan, dan kedamaian bagi masyarakat Sumatera Utara serta bangsa Indonesia.
Dalam taushiyah singkatnya, Abdul Majid menegaskan bahwa zikir memiliki peran penting dalam menjaga ketenangan hati dan memperkuat spiritualitas umat di tengah berbagai tantangan kehidupan.
“Zikir adalah benteng seorang mukmin. Di tengah dinamika kehidupan saat ini, majelis zikir seperti ini sangat penting untuk menjaga stabilitas emosional dan spiritual agar kita tetap bersyukur, sabar, dan tawakal kepada Allah SWT,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menghidupkan majelis-majelis taklim sebagai sarana memperkuat ukhuwah, menambah ilmu agama, dan membangun kehidupan yang lebih damai serta penuh keberkahan.
“Majelis taklim bukan hanya tempat menuntut ilmu, tetapi juga ruang mempererat persaudaraan dan memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Dengan hati yang dekat kepada Allah, insya Allah kehidupan akan lebih tenang dan penuh keberkahan,” tambahnya.
Para jemaah Majelis Taklim Sumatera Utara yang didominasi kaum ibu tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Pengurus majelis taklim juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran KUA Medan Kota yang terus aktif hadir memberikan pembinaan dan pendampingan keagamaan kepada masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, KUA Medan Kota kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui pendekatan dakwah yang humanis, menyejukkan, dan menyentuh kebutuhan spiritual umat, sekaligus memperkuat persatuan dan keharmonisan sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.

