Tanda Tangani Kerja Sama, H. Impun Siregar Kakan Kemenag Medan: Pembinaan Keagamaan Jadi Kunci Perubahan Warga Binaan

Medan (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. H. Impun Siregar, MA menghadiri kegiatan penandatanganan kerja sama pembinaan Keagamaan di Rumah Tahanan Negara Perempuan Kelas IIA Medan, Selasa (19/05/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan sinergi antara Kementerian Agama Kota Medan dengan pihak rutan dalam menghadirkan pembinaan mental, spiritual, dan sosial bagi warga binaan. Penandatanganan kerja sama dilakukan sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan pelayanan keagamaan dan program pembinaan berkelanjutan di lingkungan rutan.

Dalam sambutannya, H. Impun Siregar menyampaikan bahwa kolaborasi lintas lembaga sangat penting untuk menghadirkan pembinaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, termasuk warga binaan pemasyarakatan yang membutuhkan penguatan mental dan spiritual selama menjalani masa pembinaan.

“Kerja sama ini menjadi langkah positif dalam memperkuat pembinaan keagamaan dan sosial bagi warga binaan. Kami berharap sinergi yang dibangun dapat menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata dan mampu membentuk pribadi yang lebih baik,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pembinaan keagamaan bukan hanya sebatas kegiatan seremonial, tetapi harus mampu menjadi sarana membangun kesadaran, memperbaiki akhlak, dan menumbuhkan semangat perubahan dalam diri warga binaan.

“Kita ingin menghadirkan pembinaan yang menyentuh hati. Ketika hati dan spiritual seseorang dibina dengan baik, maka akan tumbuh kesadaran untuk berubah, memperbaiki diri, dan menjalani kehidupan yang lebih baik di masa depan,” ungkapnya.

Menurut Kakan Kemenag warga binaan juga memiliki hak untuk mendapatkan pembinaan keagamaan dan pendampingan moral agar tetap memiliki harapan serta motivasi dalam menjalani kehidupan.

“Warga binaan adalah bagian dari masyarakat yang harus kita rangkul dan dampingi. Melalui pendekatan agama, kita ingin menghadirkan ketenangan batin, memperkuat mental spiritual, dan menanamkan nilai-nilai kebaikan agar mereka siap kembali ke tengah masyarakat dengan semangat baru,” tambahnya.

Ia juga mengapresiasi langkah pihak Rutan Perempuan Kelas IIA Medan yang terus membuka ruang kolaborasi bersama Kementerian Agama dalam menghadirkan berbagai program pembinaan yang edukatif dan humanis.

“Sinergi seperti ini harus terus diperkuat. Pembinaan yang dilakukan secara bersama-sama akan memberikan dampak yang lebih besar, baik dalam membangun karakter warga binaan maupun menciptakan lingkungan pembinaan yang lebih positif,” katanya.

Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Medan, Rahayu Setyoreni, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerja sama yang terus dibangun bersama Kementerian Agama Kota Medan.

“Kami sangat bersyukur atas sinergi yang terjalin selama ini. Kehadiran Kementerian Agama Kota Medan memberikan dukungan besar dalam pembinaan rohani dan penguatan mental warga binaan,” ungkapnya.

Adapun penyuluh agama yang bertugas dalam kegiatan tersebut merupakan tim lintas unsur, yakni M. Iqbal, Heriansani, Syarifuddin Pasaribu, Wan Nur Ainun, Mahmud Alkausari Pulungan, Mahmud Hasan, Nadiah Masruroh, serta Leonhard.

Kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat dan diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara Kementerian Agama Kota Medan dan Rutan Perempuan Kelas IIA Medan dalam menghadirkan pembinaan yang humanis, edukatif, dan berdampak positif bagi warga binaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *