H. Impun Siregar Kakan Kemenag Medan Dukung Gerakan Pembaharuan Remaja Kristen Cegah Pernikahan Dini

Medan (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. H. Impun Siregar, MA menerima audiensi dan diskusi bersama Tim Gerakan Pembaharuan Remaja Kristen di Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Rabu (20/05/2026).

Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Kristen Kemenag Kota Medan, Drs. Maruli Tua Hasugian, Ketua GEBA, Rahmat Napitupulu, serta Koordinator Bidang Humas GEBA, Frensa Hasugian.

Diskusi berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan dengan membahas program pembinaan remaja Kristen melalui Gerakan Pembaharuan Remaja Kristen (GEBA). Organisasi tersebut hadir dengan visi mewujudkan Generasi Emas Remaja Kristen yang berlandaskan karakter Kristus dan mampu memberikan dampak positif bagi sesama.

Dalam pertemuan tersebut, Tim GEBA menyampaikan rencana peluncuran perdana organisasi yang akan dilaksanakan di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Medan pada 25 Mei 2026 mendatang. Selain menjadi wadah pembinaan karakter dan spiritualitas remaja Kristen, GEBA juga akan fokus pada edukasi sosial dan pembinaan generasi muda.

Salah satu program utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah upaya pencegahan pernikahan dini di kalangan remaja Kristen melalui koordinasi dan kolaborasi bersama para Pengawas Pendidikan Guru Agama Kristen di sekolah-sekolah.

Kakan Kemenag Kota Medan, H. Impun Siregar menyambut baik kehadiran dan inisiatif Gerakan Pembaharuan Remaja Kristen sebagai bagian dari upaya bersama membina generasi muda yang berkarakter, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial.

“Kami sangat mengapresiasi hadirnya Gerakan Pembaharuan Remaja Kristen ini sebagai wadah pembinaan generasi muda yang positif. Pembentukan karakter remaja sangat penting agar mereka memiliki pegangan moral dan spiritual yang kuat dalam menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara organisasi keagamaan, sekolah, dan pemerintah dalam memberikan edukasi kepada remaja, khususnya terkait pencegahan pernikahan dini yang dapat berdampak pada masa depan generasi muda.

“Pencegahan pernikahan dini harus menjadi perhatian bersama. Melalui pendekatan edukasi, pembinaan rohani, dan pendampingan yang baik, kita berharap para remaja dapat lebih fokus dalam mempersiapkan masa depan dan pendidikan mereka,” tambah Impun.

Sementara itu, Ketua GEBA, Rahmat Napitupulu menyampaikan bahwa gerakan tersebut hadir sebagai ruang pembinaan dan penguatan karakter remaja Kristen agar mampu menjadi generasi yang membawa pengaruh positif di lingkungan masyarakat.

“Kami ingin membangun generasi remaja Kristen yang memiliki karakter Kristus, cinta sesama, serta mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Kami berharap kolaborasi bersama Kemenag Kota Medan dapat memperkuat misi pembinaan generasi muda ini,” ungkapnya.

Melalui sinergi tersebut, diharapkan Gerakan Pembaharuan Remaja Kristen dapat menjadi wadah pembinaan yang aktif, edukatif, dan inspiratif bagi para remaja Kristen di Kota Medan, sekaligus mendukung terciptanya generasi muda yang berkualitas, religius, dan berdaya saing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *