Penyuluh KUA Medan Denai Berikan Praktik Shalat Idul Adha Sesuai Syariat di MT Al Munawwarah

Medan (Humas) — Dalam upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pelaksanaan ibadah sesuai tuntunan syariat Islam, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama Kecamatan Medan Denai, Khoiruz Zaman melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan (Bimluh) di Majelis Taklim Al Munawwarah yang berlangsung di Masjid Al Munawwarah, Jalan Tangguk Bongkar 10, Tegalsari Mandala II, Rabu (20/05/2026) ba’da Zuhur.

Kegiatan tersebut diikuti jamaah majelis taklim dengan penuh antusias dan suasana yang khidmat. Pembinaan keagamaan tersebut menjadi bagian dari upaya KUA Medan Denai dalam memberikan edukasi ibadah praktis kepada masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha.

Ketua Majelis Taklim Al Munawwarah, Marianiy menyampaikan apresiasi atas kehadiran penyuluh agama yang secara aktif memberikan pembinaan dan pendampingan keagamaan kepada masyarakat.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kegiatan bimbingan ini. Materi yang disampaikan sangat bermanfaat bagi jamaah, khususnya dalam memahami tata cara pelaksanaan Shalat Idul Adha yang benar sesuai syariat Islam,” ujarnya.

Dalam penyampaiannya, Khoiruz Zaman memberikan materi praktik Shalat Idul Adha dengan pendekatan langsung agar jamaah lebih mudah memahami setiap tahapan pelaksanaannya. Materi meliputi niat salat, jumlah takbir, tata cara pelaksanaan dua rakaat, hingga pelaksanaan khutbah Idul Adha.

Ia menjelaskan bahwa pemahaman yang benar mengenai tata cara ibadah sangat penting agar pelaksanaan ibadah tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi benar-benar sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

“Shalat Idul Adha merupakan syiar Islam yang memiliki nilai ibadah dan kebersamaan yang sangat besar. Karena itu, umat Islam perlu memahami tata cara pelaksanaannya dengan baik agar ibadah yang dilakukan benar dan sesuai sunnah,” jelasnya di hadapan jamaah.

Selain praktik salat, jamaah juga diberikan pemahaman tentang sunnah-sunnah Idul Adha, seperti memperbanyak takbir, memakai pakaian terbaik, menjaga kebersihan diri, serta menanamkan nilai keikhlasan dan semangat berkurban sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.

Khoiruz Zaman juga meluruskan beberapa kekeliruan yang masih ditemukan dalam praktik pelaksanaan Shalat Idul Adha di tengah masyarakat agar jamaah memperoleh pemahaman yang lebih tepat dan sesuai syariat.

“Kita ingin masyarakat tidak hanya melaksanakan ibadah karena kebiasaan, tetapi juga memahami dalil dan tata cara yang benar sehingga ibadah menjadi lebih sempurna dan penuh makna,” tambahnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi praktik langsung yang diikuti para jamaah secara aktif. Peserta tampak antusias mengikuti setiap penjelasan dan praktik yang diberikan.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Syaiful Akhyar.

Melalui kegiatan tersebut, KUA Medan Denai berharap masyarakat semakin memahami tata cara pelaksanaan Shalat Idul Adha sesuai tuntunan syariat Islam serta mampu mengamalkan nilai-nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *