Penyuluh Agama KUA Medan Amplas Edukasi Jamaah tentang Syariat Qurban yang Benar

Medan (Humas) — Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas, Dewi Anggraini, S.Ag., melaksanakan penyuluhan keagamaan kepada jamaah Majelis Taklim Ummu Haniyah terkait tata cara penyembelihan hewan qurban sesuai syariat Islam pada Kamis (21/5/2026)

Kegiatan yang berlangsung dengan penuh antusias tersebut diikuti para jamaah majelis taklim sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pelaksanaan ibadah qurban yang benar, baik dari sisi syariat maupun nilai kemanusiaan dalam proses penyembelihan hewan.

Dalam penyampaiannya, Dewi Anggraini menjelaskan bahwa ibadah qurban tidak hanya sebatas ritual tahunan, tetapi juga menjadi bentuk ketaatan dan pengabdian kepada Allah SWT yang harus dilaksanakan sesuai ketentuan syariat Islam.

Ia menekankan pentingnya memahami tata cara penyembelihan hewan qurban secara benar agar ibadah yang dilaksanakan menjadi sah, bernilai ibadah, serta mencerminkan sikap ihsan terhadap hewan.

“Melalui penyuluhan ini, kami berharap masyarakat semakin memahami tata cara penyembelihan hewan qurban sesuai syariat Islam, mulai dari pemilihan hewan, proses penyembelihan, hingga menjaga kebersihan lingkungan agar pelaksanaan qurban berjalan dengan baik, tertib, dan penuh keberkahan,” ujar Dewi Anggraini.

Dalam sesi edukasi, Dewi juga menjelaskan beberapa ketentuan penting, seperti kriteria hewan qurban yang sehat dan cukup umur, penggunaan alat sembelih yang tajam, adab penyembelihan, serta pentingnya menjaga sanitasi lingkungan saat proses penyembelihan berlangsung.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab seputar pelaksanaan qurban di tengah masyarakat. Para jamaah tampak aktif menyampaikan pertanyaan terkait hukum qurban, pembagian daging qurban, hingga pelaksanaan qurban bagi anggota keluarga yang telah meninggal dunia.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami nilai-nilai syariat dalam ibadah qurban sekaligus mampu menerapkannya dengan penuh tanggung jawab, kepedulian sosial, dan semangat kebersamaan di lingkungan masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *