Medan (Humas) – Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal, Roni Antonius Sitanggang, mengajak para peserta Komuni Pertama untuk semakin bersatu dengan Kristus dalam kegiatan Rekoleksi Peserta Komuni Pertama Paroki St. Antonius Dari Padua Hayam Wuruk Medan yang dilaksanakan pada Senin, (1/6/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Gereja Stasi St. Fransiskus Xaverius Sunggal yang beralamat di Jl. Abadi No. 54, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal dan diikuti oleh 78 orang peserta.
Rekoleksi yang mengusung tema “Bersatu Bersama Kristus” ini bertujuan untuk mempersiapkan para calon penerima Komuni Pertama agar semakin memahami makna kehadiran Yesus Kristus dalam Sakramen Ekaristi. Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk membangun relasi yang lebih dekat dengan Tuhan serta menghayati nilai-nilai kasih, persaudaraan, dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sesi penyampaian materi, Roni Antonius Sitanggang menekankan bahwa Komuni Pertama bukan sekadar sebuah perayaan, melainkan awal perjalanan iman yang lebih mendalam bersama Kristus. Ia mengajak para peserta untuk selalu menjaga hati yang bersih, rajin berdoa, dan aktif mengikuti kehidupan menggereja agar hubungan mereka dengan Tuhan semakin bertumbuh.
Sementara itu, Leonhard Hutagalung menjelaskan pentingnya hidup dalam persatuan dengan Kristus melalui doa, perayaan Ekaristi, serta sikap saling mengasihi sesama. Para peserta juga diajak untuk memahami bahwa Yesus hadir dalam Ekaristi sebagai sumber kekuatan yang membimbing mereka dalam menjalani kehidupan sebagai anak-anak Allah.
Marulam Nainggolan menjelaskan tentang konsekuensi semangat bersatu bersama Kristus. Salah satu konsekuensinya adalah keterlibatan umat dalam hidup menggereja. Oleh karena itu, Marulam mengajak peserta rekoleksi untuk aktif dalam kehidupan menggereja seperti : aktif dalam ibadah lingkungan, terlibat dalam kegiatan putra/i altar dan lain sebagainya.
Kegiatan rekoleksi berlangsung dengan penuh semangat dan sukacita. Para peserta mengikuti berbagai sesi pembinaan, refleksi, dan diskusi interaktif yang membantu mereka memahami tema yang disampaikan. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta Komuni Pertama semakin siap menyambut Yesus dalam Ekaristi dan mampu mewujudkan semangat persatuan bersama Kristus dalam keluarga, Gereja, dan masyarakat.(RAS/PAI).

