Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal Ajak Umat Wujudkan Keluarga Katolik yang Sinodal dan Berkarakter

Medan (Humas)- Umat Lingkungan Santa Teresa Kalkuta Stasi Sunggal melaksanakan Ibadat Bulan Keluarga Keuskupan Agung Medan pertemuan keempat pada Kamis, 23 Juli 2026, pukul 20.00–21.40 WIB di rumah keluarga Ny. Lumbantungkup br. Aritonang yang beralamat di Jl. Tapian Nauli Pasar III, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh kekhusyukan sebagai bagian dari rangkaian pembinaan iman keluarga Katolik di lingkungan.

Dalam pertemuan tersebut, Roni Antonius Sitanggang selaku Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal menyampaikan materi Bulan Keluarga Keuskupan Agung Medan pertemuan keempat dengan subtema “Keluarga Katolik yang Sinodal dan Berkarakter”. Ibadat lingkungan juga mendapat pendampingan dari Sr. Bonifasia Sinaga, KSSY dan Sr. Cindy Tamba, KSSY, yang turut hadir memberikan dukungan rohani kepada umat selama pelaksanaan ibadah.

Renungan didasarkan pada Galatia 5:16–26 yang mengajak setiap orang beriman untuk hidup menurut Roh dan menghasilkan buah-buah Roh, seperti kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri. Dalam penyampaiannya, Roni Antonius Sitanggang menegaskan bahwa keluarga Katolik yang sinodal adalah keluarga yang berjalan bersama, saling mendengarkan, saling mendukung, dan membangun kehidupan berdasarkan nilai-nilai Injil.

Lebih lanjut, ia mengajak setiap keluarga untuk membentuk karakter Kristiani melalui kehidupan doa, komunikasi yang baik, saling menghargai, dan semangat melayani. Menurutnya, karakter yang dibentuk oleh buah-buah Roh Kudus akan menjadikan keluarga sebagai tempat pertama untuk menumbuhkan iman, kasih, dan kepedulian terhadap sesama. Kehadiran Sr. Bonifasia Sinaga, KSSY dan Sr. Cindy Tamba, KSSY semakin memperkaya suasana ibadah melalui pendampingan dan kebersamaan bersama umat.

Melalui pertemuan keempat Bulan Keluarga Keuskupan Agung Medan ini, diharapkan setiap keluarga Katolik semakin mampu menghidupi semangat sinodal dan membangun karakter yang berlandaskan kasih Kristus. Dengan demikian, keluarga-keluarga Katolik dapat menjadi Gereja rumah tangga yang menghadirkan damai, menjadi teladan di tengah masyarakat, serta terus bertumbuh sebagai saksi Injil dalam kehidupan sehari-hari.(RAS/PAI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *