Penyelenggara Agama Katolik dan Tim Ditjen Bimas Katolik Kembali Melakukan Peninjauan Rumah Ibadah Terdampak Bencana di Medan dan Deli Serdang

Medan (Humas) Penyelenggara Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan bersama Tim Direktorat Jenderal Bimas Katolik kembali melakukan peninjauan lapangan terhadap rumah ibadah Katolik yang terdampak bencana. Pada Kamis (17/09/2026), kegiatan hari kedua tersebut dilaksanakan di tiga lokasi, yakni Calon/Kuasi Stasi Santo Fransiskus Asisi Polonia Medan, Paroki Santo Antonius Padua Hayam Wuruk Medan; Gereja Stasi Santo Petrus Paluh Merbau, Paroki Santa Agatha Batang Kuis, Deli Serdang; serta Gereja Katolik St. Maria Pintu Surga Sei Agul, Paroki Santo Antonius Padua Hayam Wuruk Medan. Dalam kegiatan tersebut, Penyelenggara Agama Katolik Kemenag Kota Medan, Dr. Pinta Omastri Pandiangan, MSP., turut didampingi Penyuluh Agama Katolik Kemenag Kota Medan, Roni Antonius Sitanggang.

Peninjauan dilakukan untuk memperoleh gambaran secara langsung mengenai kondisi rumah ibadah setelah terdampak bencana. Tim meninjau kondisi fisik bangunan, lingkungan sekitar, serta bagian-bagian rumah ibadah yang memerlukan perhatian dan penanganan. Roni Antonius Sitanggang turut mendampingi Penyelenggara dalam kunjungan ke setiap lokasi sekaligus membantu membangun komunikasi dengan umat dan pengurus gereja selama proses peninjauan berlangsung.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian survei lapangan terhadap rumah ibadah Katolik terdampak bencana di wilayah Kota Medan dan sebagian Kabupaten Deli Serdang. Peninjauan secara langsung diharapkan dapat melengkapi data dan informasi yang telah disampaikan melalui proposal renovasi maupun pembangunan rumah ibadah. Dengan demikian, kondisi dan kebutuhan masing-masing rumah ibadah dapat dipahami secara lebih menyeluruh sebagai bahan untuk proses tindak lanjut.

Penyelenggara Agama Katolik Kemenag Kota Medan, Dr. Pinta Omastri Pandiangan, MSP., menyampaikan bahwa kehadiran langsung di lapangan menjadi langkah penting untuk memahami kondisi rumah ibadah dan kebutuhan umat secara nyata. “Kami ingin memastikan bahwa kondisi yang kami terima dalam laporan dapat kami lihat secara langsung. Dengan demikian, kebutuhan masing-masing rumah ibadah dapat dipahami dengan lebih jelas dan menyeluruh,” ujar Pinta.

Kepala Subdit Pemberdayaan Umat Ditjen Bimas Katolik, Drs. FX. Rudy Andrianto, M.Pd., mengatakan bahwa peninjauan lapangan diperlukan untuk memperoleh informasi yang lengkap dari setiap lokasi. “Setiap rumah ibadah memiliki kondisi yang berbeda. Karena itu, kami perlu melihat langsung keadaan bangunan sekaligus mendengar penjelasan dari pengurus dan umat sebagai bahan dalam menentukan langkah berikutnya,” kata Rudy.

Analis Kebijakan Ahli Madya pada Subdit Pemberdayaan Umat, Thomas Tahir, S.S., M.Si., menekankan pentingnya pencatatan kondisi secara menyeluruh selama pelaksanaan survei. “Informasi yang kami kumpulkan tidak hanya mengenai kerusakan bangunan, tetapi juga kebutuhan yang disampaikan oleh pengurus dan umat. Semua itu kami jadikan bagian dari gambaran kondisi masing-masing lokasi,” tutur Thomas.

Peninjauan hari kedua tersebut mendapat sambutan baik dari umat dan pengurus di ketiga rumah ibadah yang dikunjungi. Berbagai kondisi dan kebutuhan pascabencana disampaikan kepada tim sebagai bahan pendataan dan dokumentasi lapangan. Hasil peninjauan diharapkan dapat menjadi bahan dalam proses tindak lanjut dukungan terhadap renovasi maupun pembangunan rumah ibadah, sekaligus mendukung pemulihan kegiatan peribadatan dan kehidupan menggereja umat Katolik di wilayah Kota Medan dan Deli Serdang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *