Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Medan Johor, AlHuda, S.Sos.I., mengajak jamaah Majelis Taklim (MT) Al-Falah untuk menjalani kehidupan secara bijaksana dengan menyesuaikan kebutuhan dan keinginan dengan kemampuan yang dimiliki. Menurutnya, kemampuan mengendalikan keinginan merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan yang sederhana, tenang, dan penuh rasa syukur.
Pesan tersebut disampaikan AlHuda saat memberikan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) kepada jamaah MT Al-Falah di Jalan Karya, Medan, Kamis (17/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, ia mengangkat tema “Jalani Hidup Sesuai Kemampuan, Bukan Jalani Hidup Sesuai Kemauan” sebagai pengingat agar jamaah tidak memaksakan diri dalam memenuhi berbagai keinginan yang berada di luar kemampuan.
Dalam ceramahnya, AlHuda mengajak jamaah membangun pola hidup sederhana dengan meneladani kehidupan Rasulullah SAW. Menurutnya, Rasulullah SAW mengajarkan umat Islam untuk menjalani kehidupan dengan penuh kesederhanaan, mensyukuri nikmat yang diberikan Allah SWT, serta menghindari sikap berlebih-lebihan dalam memenuhi kebutuhan hidup.
“Jalani hidup sesuai kemampuan, bukan sesuai kemauan. Jangan sampai keinginan yang tidak terkendali membuat kita memaksakan diri dan melupakan rasa syukur kepada Allah SWT,” ujar AlHuda.
Ia menjelaskan bahwa hidup sederhana bukan berarti hidup dalam kekurangan atau mengabaikan kebutuhan. Kesederhanaan justru mengajarkan seseorang untuk mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan serta menempatkannya secara proporsional. Dengan sikap tersebut, seseorang dapat lebih bijaksana dalam mengambil keputusan dan tidak mudah terbebani oleh tuntutan kehidupan yang sebenarnya tidak harus dipenuhi.
AlHuda juga mengingatkan jamaah agar tidak menjadikan kehidupan orang lain sebagai ukuran dalam menentukan kebahagiaan. Menurutnya, setiap keluarga memiliki kondisi, kemampuan, dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, kehidupan hendaknya dijalani dengan mensyukuri apa yang dimiliki sembari terus berusaha memperbaiki keadaan melalui cara-cara yang baik dan sesuai kemampuan.
“Kesederhanaan bukan berarti kita tidak boleh memiliki keinginan. Yang perlu dijaga adalah jangan sampai keinginan membuat kita kehilangan kendali, berutang tanpa perhitungan, atau mengabaikan tanggung jawab kepada keluarga,” jelasnya.
Menanggapi pelaksanaan Bimluh tersebut, Kepala KUA Kecamatan Medan Johor menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan melalui majelis taklim memiliki peran penting dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai persoalan kehidupan dengan landasan nilai-nilai agama. Menurutnya, materi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari akan lebih mudah menjadi bahan refleksi bagi jamaah.
“Bimbingan dan penyuluhan seperti ini diharapkan tidak hanya menambah pemahaman keagamaan, tetapi juga membantu masyarakat menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Sikap sederhana, bersyukur, dan mampu mengendalikan keinginan merupakan bagian dari upaya membangun kehidupan keluarga yang lebih tenang,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keteladanan Rasulullah SAW dapat menjadi rujukan bagi masyarakat dalam membangun pola hidup yang seimbang. Dengan memahami batas kemampuan dan menghindari sikap berlebihan, masyarakat diharapkan dapat menjaga keharmonisan keluarga serta lebih bijak dalam mengelola kebutuhan kehidupan.
Melalui kegiatan tersebut, KUA Kecamatan Medan Johor terus mendorong pelaksanaan Bimluh sebagai bagian dari pembinaan keagamaan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat. Pesan untuk menjalani hidup sesuai kemampuan diharapkan menjadi pengingat bagi jamaah agar senantiasa bersyukur, hidup sederhana, dan menjadikan ajaran Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari.

